Info Terbaru

Alat Pengatur Cahaya Lampu Otomatis Untuk Berhemat

Posted by On March 04, 2016

Alat Pengatur Cahaya Lampu Otomatis Untuk Berhemat
Alat Pengatur Cahaya Lampu Otomatis dibuat oleh mahasiswa UGM bernama Muhammad Hasan Habib, Handika Putra, dan Irfan Joyokusumo dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik.

Alat tersebut bekerja dengan model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis dengan basis sensor cahaya alami. Alat yang secara otomatis mengatur cahaya lapu tersebut diberi nama Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC).

"Tujuan utama diciptakannya adalah untuk mengurangi konsumsi energi listrik dengan cara memanfaatkan cahaya alami yang masuk kedalam ruangan." Demikian yang dijelaskan oleh Ketua Tim Peneliti Joss UGM, Hasan.

Baca juga: Program Wajib Baca 15 Menit Sebelum Pelajaran Dimulai

Sesuai dengan fakta riil ada kurang lebih 9 sampai 20 persen konsumsi energi di Indonesia belum optimal. Utamanya pada sektor pencahayaan. Hal itulah yang mendorong ketiga mahasiswa berprestasi asal UGM tersebut terketuk untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut.

Bermula dari kenyataan itulah maka mereka berusaha memanfaatkan cahaya alami sebaik-baiknya dari sinar matahari guna mereduksi penggunaan energi listrik di rumah maupun kantor. Melalui Wi-LLC (alat pengatur cahaya lampu otomatis), satuan tingkat pencahayaan (luxs) pada lampu konvensional bisa direduksi atau dikurangi oleh tambahan luxs dari cahaya alami.

Baca juga: Tuntunan Praktis Shalat Gerhana

Cara kerja alat pengatur cahaya lampu otomatis


Alat pengatur cahaya lampu otomatis ini akan bekerja ketika cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Saat itulah sensor akan menangkap rangsang cahaya yang masuk tersebut. Setelah itu, sensor akan mengirimkan data pada main controller secara wireless.

Data cahaya alami yang masuk dan diterima oleh sensor oleh main controller akan diidentifikasi kuantitas cahayanya. Data yang didapatkan akan diolah dalam main controller, dan hasilnya akan digunakan untuk mengendalikan atau mengatur cahaya lampu. Sehingga luxs yang dikeluarkan oleh lampu akan berkurang sesuai dengan luxs cahaya alami yang masuk.

Baca juga: SK Dirjen Pendis Pedoman MA Program Keterampilan

Sebagai contoh, bila ada cahaya alami sebesar 20 persen masuk ke dalam ruangan, maka jumlah tersebut akan memberikan kontribusi untuk mengurangi kerja lampu sampai 20 persen juga. Sehingga kerja lampu cukup 80 persen saja karena yang 20 persen disupport cahaya alami. Semakin besar cahaya alami masuk, semakin besar pula pengurangan kerja lampu. Dengan demikian setiap orang akan dapat berhemat. Dampaknya, terjadi penghematan energi secara nasional. LUAR BIASA!

Demikian info tentang alat pengatur cahaya lampu otomatis, Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC) untuk berhemat ciptaan mahasiswa UGM dari situs berita Madrasah, Pendidikan dan Kemenag.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »