Info Terbaru

Etika Belajar

Posted by On February 05, 2017

Etika Belajar
Etika Belajar - Belajar hukumnya adalah wajib dan tidak memiliki batas, baik ruang dan waktu. Artinya, belajar dilakukan oleh siapa saja, tua ataupun muda; belajar dilaksanakan secara terus menerus tiada henti, sejak masih dalam gendongan bunda hingga sampai liang lahad (long life education); dan belajar dilakukan di manapun tanpa dibatasi oleh dinding bangunan.

Kenapa belajar dilakukan seumur hidup? Karena hakikat hidup manusia adalah belajar. Belajar adalah kunci sukses hidup manusia. Baik ketika hidup di dunia maupun kelak hidup sesudah mati (di akherat) sebagaimana sabda Nabi : "barang siapa menghendaki sukses dunia maka wajib atasnya mempunyai ilmu. Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di akherat maka wajib atasnya mempunyai ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki kesuksesan hidup di dunia dan akherat maka wajib atasnya mempunyai ilmu".

Namun tahukan Anda bahwa belajar harus memperhatikan etika. Meminjam istilah dunia pesantren, belajar dengan mengedepankan etika maka akan memperoleh barokah. Maksud dari istilah tersebut adalah belajar akan menhasilkan transformasi ilmu dan peningkatan intellectual capacity, kemulyaan budi, kedalaman pemahaman agama, social quotieni, profesi yang barokah, dan social change menuju umat terbaik. Karena belajar pula, kita mampu hidup secara bermartabat dan selanjutnya membangun peradaban yang didasarkan kepada nilai-nilai ilahiyah dan kemanusiaan.

Di antara etika belajar yang harus dipahami oleh para pelajar khususnya yang muslim adalah :

1. Niat dengan ikhlas

Meneguhkan niat dengan ikhlas. Maksudnya adalah dalam belajar yang kita harapkan tidak ada lain kecuali hanya mengharap ridha Allah SWT. Tujuannya adalah agar ilmu yang diperoleh mendapatkan keberkahan serta memberikan manfaat dan bernilai guna bagi kehidupan orang banyak.

Seluruh aktifitas manusia memang harus diarahkan pada penghambaan kepada Allah. Niat denagan ikhlas adalah awal dari bentuk penghambaan tersebut.

2. Menghindari kemaksiyatan

Kemaksiyatan yang kita lakukan mengakibatkan dosa. Dan dosa tersebut mengakibatkan pada terhalangnya cahaya ilmu masuk kedalam dada setiap para pelajar. Menurut Imam Waqi', guru dari Imam Syafi'i mengatakan bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang berbuat maksiyat.

Oleh karena itu, agar para pelajar mendapatkan cahaya Allah mereka harus menghindari dan menjauhi kemaksiyatan kepada Allah.

3. Berprilaku yang baik

Sebagai pelajar, dalam proses menuntut ilmu jangan lupa untuk selalu berprilaku baik, bertindak berdasarkan norma Agama dan sosial, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya. Ilmu yang tidak diamalkan adalah bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Ilmu yang diamalkan akan mendekatkan diri kita kepada Allah. Dan sebaliknya, ilmu yang hanya diingat dan dihafal dalam pikiran serta tidak diamalkan maka hanya akan semakin menjauhkan diri dari Allah.

4. Belajar dengan optimal

Belajar haruslah dilaksanakan dengan maksimal dan optimal. Kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran dalam belajar mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan belajar adalah proses yang panjang dan tidak instan. Untuk mendapatkan ilmu tidk cukup hanya belajar dalam sehari, dua hari atau setahun, melainkan secara terus menerus dan kontinyu. Karena proses yang panjang inilah maka setiap pelajar dituntut untuk belajar dengan ikhlas, keras, dan cerdas.

Mengutip fatwa imam Syafi'i bahwa seorang pelajar tidak akan memperoleh ilmu kecuali bila telah terpenuhinya enam hal, yaitu: kecerdasan, antusiasme (kesungguhan), kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang lama.

Karena itulah, belajar tidak hanya dalam bentuk datang ke sekolah atau kampus kemudian mendengar dan mencatat semua yang disampaikan oleh guru, tetapi juga harus berusaha denagn sungguh-sungguh untuk mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas.

5. Belajar dalam keadaan suci

Belajar adalah ibadah. Maka dari itu belajar harus diawali dengan mensucikan diri atau thaharah dan berwudhu supaya selama proses belajar terhindar dari godaan setan.

6. Menghormati guru

Bagi seorang pelajar adalah wajib menghormati dan menghargai guru-gurunya. Seorang guru di mata Allah adalah sosok yang sangat mulia dan mempunyai keudukan yang tinggi.

Para pelajar juga diharuskan untuk bersikap toleran. Hal ini dikarenakan, selama belajar akan dijumpai perbedaan pendapat dan pemikiran diantara para pelajar.

Demikian etika belajar, semoga memberikan manfaat.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »