Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah Ciptaan Siswa MTs

- Pewarta

Kamis, 25 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah Ciptaan Sisws MTs

Luar biasa! Siswi Madrasah Tsanawiyah ( MTs) menciptakan alat pembasmi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut mengakibatkan penyakit mastitis pada sapi perah. Sapi perah terjangkit penakit ini air susu yang dihasilkan akan menggumpal dan kualitas rendah.

Adalah siswi MTsN 1 Malang yang berhasil menciptakan alat pembasmi bakteri sapi perah tersebut. Kedua siswi penemu itu bernama Nalita Livia Chandradevi (13) dan Amelia Putri Wulandari (14). Hebatnya lagi, alat buatan mereka dapat menjadikan susu sapi perah lebih aman dikonsumsi ketika masih fresh.

Untuk mengobati penyakit masistis yang disebabkan bakteri Staphylococcus, para peternak umumnya menyuntikkan antibiotik ke sapi. Dampaknya adalah, susu yang dihasilkan menjadi mengandung bahan kimia.

Baca juga : 4 Rencana Langkah Pengangkatan CPNS Honorer K2

Alat Pembasmi Bakteri Staphylococcus Mudah Dioperasikan

Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah Ciptaan Siswa MTs
Alat Pembasmi Bakteri Staphylococcus kreasi anak madrasah ini sangat mudah dioperasikan. Caranya,  para peternak sapi cukup dengan menempelkan alat tersebut pada kelenjar susu sapi pada waktu pagi dan sore selama empat hari berturut-turut. Durasi waktu penempelan hanya butuh beberapa menit dan tergantung tingkat keakutan penyakitnya.

Baca juga:  Info Pendaftaran Seleksi Siswa Baru Madrasah Aliyah Negeri Dibuka 10 Januari

Baca juga : Program Beasiswa Lulusan Madrasah Kuliah di Jepang

Kreasi dan Inovasi yang sangat berguna ini mengantarkan Nalita dan Amelia (siswa Madrasah Tsanawiyah) meraih medali emas dalam ajang Indonesian Scientific Project Olympiad (ISPO) 2016 di Semarang pada 20-21 Februari untuk kategori teknologi.

Alat yang berfungsi membasmi bakteri Staphylococcus tersebut sudah diuji secara ilmiah di laboratorium Universitas Brawijaya. Pun dengan pengujian lapangan sudah dilakukan selama dua pekan pada peternakan sapi Dau dan Pujon, Malang.

Baca juga : Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2016

Baca juga:  Jadwal Pelaksanaan AKMI 2023 dan Tahapannya

Untuk membuat alat pembasmi bakteri ini tidak mahal. Biaya yang dibutuhkan untuk merakit satu unit hanya berkisar Rp 400 ribu. Dengan biaya sebesar itu, tentu sangat terjangkau oleh para peternak sapi yang berkeinginan untuk memanfaatkannya. Unkurannya juga tidak terlalu besar, hanya seukuran kotak sepatu. Maka peenak sangat mudah untuk membawanya ke mana saja.

Demikian informasi tentang alat pembasmi bakteri Staphylococcus penyebab penyakit mastitis pada sapi perah ciptaan Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Malang yang murah dari situs berita madrasah, pendidikan dan Kemenag.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Meningkatkan Prestasi Siswa Madrasah dengan Tiga Faktor Penting Ini!
Jadwal Pelaksanaan AKMI 2023 dan Tahapannya
Tim Madrasah TechnoNatura Depok Raih Juara Inovasi Samsung dengan Teknologi Energi Listrik Bersih
Madrasah Terbaik Peraih Penghargaan OSN Nasional 2023: MAN 2 Kota Malang
Siswa MAN 2 Banyumas Meraih Juara II dalam Turnamen Bulu Tangkis Singapura
Kebijakan Inpassing, Kemenag Berkoordinasi dengan Admin Simpatika Provinsi
Tim Riset MAN 1 Kudus Raih Gelar Juara Umum Mechanical Fair UGM 2023
Daftar Juara KSM dan MYRES Nasional 2023

Berita Terkait

Jumat, 22 September 2023 - 17:09 WIB

Meningkatkan Prestasi Siswa Madrasah dengan Tiga Faktor Penting Ini!

Kamis, 14 September 2023 - 22:02 WIB

Jadwal Pelaksanaan AKMI 2023 dan Tahapannya

Kamis, 14 September 2023 - 21:12 WIB

Tim Madrasah TechnoNatura Depok Raih Juara Inovasi Samsung dengan Teknologi Energi Listrik Bersih

Selasa, 12 September 2023 - 22:14 WIB

Madrasah Terbaik Peraih Penghargaan OSN Nasional 2023: MAN 2 Kota Malang

Selasa, 12 September 2023 - 21:51 WIB

Siswa MAN 2 Banyumas Meraih Juara II dalam Turnamen Bulu Tangkis Singapura

Selasa, 12 September 2023 - 18:53 WIB

Kebijakan Inpassing, Kemenag Berkoordinasi dengan Admin Simpatika Provinsi

Kamis, 7 September 2023 - 20:22 WIB

Tim Riset MAN 1 Kudus Raih Gelar Juara Umum Mechanical Fair UGM 2023

Kamis, 7 September 2023 - 16:54 WIB

Daftar Juara KSM dan MYRES Nasional 2023

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Week of Indonesia-Netherlands Education and Research di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Pendidikan

Butuh lompatan besar untuk tingkatkan kualitas pendidikan

Selasa, 10 Okt 2023 - 18:02 WIB