Motto Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Motto: Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Secara etimologis, tidak ada bedanya antara madrasah dan sekolah, selain dari penyebutannya saja. Meski demikian, jika digali secara lebih mendalam akan dijumpai perbedaan yang sangat kuat.  Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu yang bersumber dari guru, dan madrasah sumber ilmunya adalah Allah SWT. Demikian pendapat yang disampaikan oleh Nasaruddin Umar, dalam pidatonya pada acara pembukaan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/08/2014).

Lebih jauh dikatakan dalam menggali makna motto "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah" bahwa "murid" yang digunakan sebagai penyebutan anak yang menuntut ilmu, mempunyai padanan kata madrasah. Dalam ilmu tasawuf, murid dapat dimaknai sebagai orang menuntut ilmu yang sumbernya berasal dari Allah SWT.

Wakil Mentri Agama RI menyebutkan bahwa murid setara tidak dengan muallim atau guru, melainkan dengan mursyid yang mengandung makna guru spiritual. Maka dari itu, murid disebut dengan murid spiritual.

Sedangka madrasah dimaknai hingga pada tingkatan ketiga perintah `iqra` yang terdapat di dalam al Qur`an : bagaimana sungguh-sungguh menghayati, meresapi hingga kedalam dada dan sekaligus menjiwai apa yang dipelajari dan juga dibaca. Tentu pemaknaan ini berbeda jauh dengan sekolah yang hanya sampai pada tingkatan dua, yaitu mendalami apa yang dibaca.

Alasan Kompetisi Sain Madrasah (KSM)

Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa perintah `iqra` (membaca) yang terdapat di dalam al Qur`an terdiri atas tiga tingkatan, yaitu : membaca, mendalami (istiqra`), dan juga menghayati dengan sungguh-sungguh. Dan bahkan dapat mencapai tingkatan keempat dalam pemaknaannya. Makna iqra' sampai pada level ini ketika konteknya adalah iqra` bismillahi rabbik. Hal ini diungkapkan oleh Imam Al Ghazali, yang merupakan murid Rasulullah SAW secara langsung meskipun jarak hidupnya terpaut 600 abad.

Oleh karena itu, para murid dan guru semestinya tidak boleh puas dengan keadaan sekarang dan harus terus berproses mencari inti dari madrasah.

Baca: Guru Pembocor Soal UN dan USBN, Pasti Dipecat

Tentang alasan mengapa madrasah mengadakan kegiatan kompetisi sains dan bukan ilmu yang lain, dijawab oleh Wakil Menteri Agama bahwa sebenarnya ilmu sains tidak hanya karena terkandung di dalam al Qur`an, tetapi para ilmuwan Islam sebelumnya yaitu pada abad pertengahan telah mampu menguasai dengan baik dan tentu saja lebih dahulu jika dibandingkan dengan orang-orang dari benua Eropa/Amerika.

Sebagai contoh adalah ilmu kimia yang ditemukan oleh santri tulen, Abu Musa Jabir bin Hayyan (720 M), sehingga mendapat julukan the father of chemistry. Demikian juga ilmu tentag optik yang juga ditemukan oleh Ibnu Hayyan. Penemuan ilmu optik ini mematahkan dominasi buku The Optic karya orang Eropa. Tahukah Anda bahwa buku tersebut merupakan jiplakan buku Kitabul Manadzir.

Tidak berbeda halnya dengan teori Algoritma dan al Jabar dalam ilmu matematika, Ilmu Kedokteran oleh Ibnu Sina atau Aviecina. Bahkan ada orang asli Makassar (indonesia) yang hidup pada abad 17 (1620-an M), Karaeng Patingallong merupakan seorang saintis handal yang sangat terkenal hingga Eropa.

Belajar dari masa lalu tersebut maka madrasah harus mampu melahirkan generasi yang kuat, tahan uji dan amanah. Motto Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah adalah tepat dalam konteks ini.

Tepatlah kata-kata bijak "Innal khoira manista`jarta qowiyyul amin, sesungguhnya generasi terbaik, kuat dan penuh integritas yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan negeri.

Demikian info madrasah tentang: Motto Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Sumber : pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7072

Kontributor utama website inimadrasah.com. Adalah seorang guru Aqidah Akhlak di MTs Muhammadiyah 10 Purbalingga. Seorang blogger dan penghobi fotografi makro.

Disqus Comments