4 Pelajar MA NU Kudus Menciptakan Obat Herbal

4 Pelajar MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus berhasil menciptakan obat dengan bahan herbal. Obat herbal yang diciptakan mereka bermanfaat untuk mengobati asam urat dan menurunkan kolesterol.

Keempat siswa-siswi yang berhasil menciptakan obat dengan bahan herbal tersebut adalah Adelita Pratiwi, Naeli Rohmah, Nurul Lailiyah, dan Moh Alwi Sihabuddin. Mereka mebuat obat herbal dengan memanfaatkan tanaman akar anting-anting.

Memanfaatkan akar anting-anting dilatarbelakangi banyaknya tanaman tersebut di lingkungan mereka. "tanaman akar anting-anting banyak terdapat di lingkungan sekitar. Dan sepertinya dibiarkan atau dianggap sebagai rumput liar." kata Adelita Pratiwi, salah satu anggota tim.

Upayanya membuat obat herbal berbahan akar anting-anting juga didasari sering melihat saudara penderita asam urat mengkonsumsi tanaman anting-anting. "Ternyata tanaman anting-anting bisa menyembuhkan asam urat dan dan menurunkan kolesterol” jelasnya lagi sebagaimana dikutip dari murianews.com.

Observasi tanaman anting-anting


Atas dasar itu pengalaman saudarnya, Adelita Pratiwi bersama tiga teman dan guru pembimbingnya melakukan penelitian dan percobaan. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa memang tanaman anting-anting dapat menjadi obat asam urat dan kolesterol.

Setelah enam bulan berjalan, keempatnya memproduksi obat herbal berbahan tanaman anting-anting. Selanjutnya obat herbal ciptaannya dikemas menjadi lima produk. Yaitu akar kering atau simplisia, sirup, kapsul, permen dan kripik. Keempat produk pertama memanfaatkan bagian akar. Sedangkan Produk kelima (keripik) memanfaatkan bagian daun tanaman anting-anting.


Dalam proses penelitian dan pembuatan obat herbal, keempat siswa MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus dibimbing oleh dua orang guru, Umi Habibah dan Faiz Nor Farida. Ketika ditanya, adakah kesulitan selama proses produksi? "Hal tersulit saat proses pembuatan produk tersebut adalah ketika menciptakan bentuk kapsul atau serbuk", jelas mereka.

Umi Habibah menceritakan pengalamannya bersama keempat siswa-siswinya bahwa ketika membuat simplisia dari akar anting-anting, semua merasa kesulitan dalam mencari alat pengeringnya.

"Agar tidak merusak kandungan zat yang ada di dalamnya, akar anting-anting harus dikeringkan dengan suhu antara 50 - 60 derajat celcius. Sementara, ketika memakai oven suhu terendah yang dihasilkan adalah 100 derajat celcius. Jika membeli, harganya cukup mahal,” terangnya.

Awalnya untuk Ajang Krenova


Pada awalnya pembuatan obat herbal dari akar tanaman anting-anting tersebut adalah untuk mengikuti ajang Krenova, lomba kreativitas dan inovasi masyarakat. Lomba Krenova diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Dengan bimbingan guru, mereka berhasil memperoleh juara satu.

Selanjutnya, mereka berhak mengikuti lomba yang sama untuk tingkat provinsi. Dan karena kreatifitas dan nilai manfaat yang tinggi, obat herbal dari akar tanaman anting-anting kembali berhasil menjadi pemenang pada tahun 2018 ini.

Sumber : Situs NU Online

Kontributor utama website inimadrasah.com. Adalah seorang guru Aqidah Akhlak di MTs Muhammadiyah 10 Purbalingga. Seorang blogger dan penghobi fotografi makro.

Disqus Comments