Kemendikbud : Siswa Hendaknya Bijak Menggunakan Media Sosial

Kemendikbud : Siswa Hendaknya Bijak Menggunakan Media Sosial

Kemendikbud : Siswa Hendaknya Bijak Menggunakan Media Sosial. Direktur Pembinaan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Purwadi mengharap para siswa untuk dapat bijak dalam memanfaatkan media sosial. Purwadi menyampaikan hal tersebut terkait dengan terjadinya penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP yang bermula dari adanya komentar di Facebook.

“Kami menghimbau para siswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial,” kata Purwadi di Jakarta, sebagaimana dilansir dari laman Republika pada Rabu (10/4/2019).

Ia juga mengharap kepada kepala sekolah dan juga guru untuk selalu membimbing dan mengarahkan para siswanya dalam hal memanfaatkan medsos, tak terkecuali terhadap adanya berita-berita bohong atau hoaks. Purwadi mengaku sangat prihatin dengan kasus yang menimpa Ay di Kalimantan.

Direkomendasikan:  Profil Pelajar Pancasila: Dimensi Bernalar Kritis

Baca juga: 5 Cara Jitu Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Kemendikbud juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan yang diterima, kata Purwadi, bahwa kasus penganiayaan tersebut kejadiannya adalah di luar sekolah. Penganiayaan tersebut dilakukan oleh beberapa pelajar putri dari sekolah yang berbeda.

“Kasus ini telah berada di tangan pihak penegak hukum,” kata Purwadi lagi.

= Advertisement =

Ketika ditanyakan kepadanya tentang hukuman apa yang tepat bagi pelajar penganiayaa siswi SMP tersebut, Purwadi menyampaikan bahwa korban dan pelaku hendaknya sama-sama dilindungi hak memperoleh pendidikan. “Sanksi tentu ada. Tetapi, kita tunggu dulu hasil pemeriksaan dari pihak penegak hukum. Meski demikian, hak pendidikan anak tetap harus diberikan dan jangan sampai diabaikan. Mengenai pembinaan terhadap pelaku hendaknya ditanyakan pula kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” terang dia.

Direkomendasikan:  Ujian CPNS Ditinggal Salat Ashar, Uswatun Lulus Passing Grade

Ay (14) merupakan seorang pelajar putri sebuah SMP di Pontianak Kalimantan Barat yang memperoleh penganiayaan atau tindakan kekerasan oleh sejumlah siswi dari sebuah SMA. Dampak dari pengeroyokan dan pemukulan tersebut, Ay mengalami trauma berat dan saat ini sedang dirawat di sebuah rumah sakit.

Baca juga: Perubahan Regulasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Pemicu dari peristiwa pengeroyokan tersebut diduga karena masalah pecintaan dan saling saut komentar di media sosial. Peristiwa pengeroyokan yang dialami oleh Audrey sempat menghebohkan dunia maya dan sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #JusticeForAudrey.

Direkomendasikan:  Penggunaan HP di Sekolah Akan Dibatasi

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments (2)