Iklan rokok, pastikan tidak ada di warung dekat sekolah

Info madrasah tentang Iklan rokok, pastikan tidak ada di warung dekat sekolah. Pendidikan sebagai kawasan bebas asap - Ini Madrasah

IniMadrasah.com – Iklan rokok, pastikan tidak ada di warung dekat sekolah.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta instansi terkait memastikan kawasan sekitar institusi pendidikan bebas dari iklan rokok dan warung-warung yang menjual benda dari tembakau ini untuk mengurangi kebiasaan menghisapnya bagi remaja dan anak sekolah.

Kementerian juga memperhatikan aspirasi Forum Anak yang menyarankan pemerintah untuk tidak hanya membatasi iklan benda satu ini, tetapi juga memberikan layanan rehabilitasi kepada perokok anak.

“Kita juga perlu memikirkan bagaimana mewujudkan sekolah atau lembaga pendidikan sebagai kawasan bebas asap rokok serta (langkah-langkah) untuk (memastikan) tidak ada warung yang menjual rokok dan tidak ada iklan rokok di sepanjang jalan menuju sekolah itu,” kata Kordinator Kementerian. Kesehatan dan Pendidikan Departemen Pemenuhan Hak Anak Anggin Nuzula Rahma, Kamis.

Direkomendasikan:  15 Games Berbahaya Bagi Anak Versi Kemdikbud

Pernyataan Rahma disampaikan saat webinar Hari Anak Nasional bertajuk “Apakah Pemerintah Masih Berkomitmen Menurunkan Prevalensi Perokok Anak untuk Mencapai Target RPJMN 2020-2024?” seperti yang diamati di sini.

Selain membatasi penjualan sigaret, kementerian juga mendesak pemerintah daerah untuk melarang iklan rokok dan memperluas kawasan bebas asap sigaret, katanya.

Ia kemudian mengingatkan para orang tua untuk memberikan contoh yang baik bagi keluarga dan anak-anaknya dengan tidak merokok di depan mereka.

= Advertisement =

“Orang tua harus memberikan contoh yang baik di depan anak-anaknya, terutama dengan mencegah paparan efek negatif, atau asap rokok, dan dari pengaruh (perilaku) merokok terhadap lingkungan mereka,” kata Rahma.

Direkomendasikan:  Upaya Mencegah Prilaku Amoral Pelajar Sejak Dini

Pejabat itu mencontohkan, upaya menyaring informasi negatif memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, dunia usaha, dan media massa.

Kementerian juga memperhatikan aspirasi Forum Anak yang menyarankan pemerintah untuk tidak hanya membatasi iklan rokok tetapi juga memberikan layanan rehabilitasi kepada perokok anak.

“Mereka telah menyampaikan suara anak Indonesia pada tahun 2022, dan salah satu aspirasi mereka adalah menyarankan pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan upaya pengendalian penyebaran iklan rokok, promosi, dan sponsorship serta memberikan layanan rehabilitasi khusus bagi perokok anak,” Rahma berkomentar.

Direkomendasikan:  Istilah Dalam Panduan Aman PTM Terbatas Saat Covid-19

Ini Madrasah – Berita dan Info Madrasah tentang: Iklan rokok, pastikan tidak ada di warung dekat sekolah.


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *