Kemenag Menggandeng Yohanes Surya, Terapkan Metode Gasing di Madrasah

- Pewarta

Selasa, 19 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag saat mendengar penjelasan terkait penerapan Metode Gasing oleh Prof Yohanes Surya [Foto: Kemenag]

Menag saat mendengar penjelasan terkait penerapan Metode Gasing oleh Prof Yohanes Surya [Foto: Kemenag]

SisiIslam.ComKemenag Menggandeng Yohanes Surya, Terapkan Metode Gasing di Madrasah dibahas dalam artikel berita ini oleh Portal Berita Madrasah dan Kementerian Agama, INI BERITA MADRASAH melalui kanal Kemenag.

Kementerian Agama bekerja sama dengan Profesor Yohanes Surya dalam bidang Matematika dan Fisika untuk menerapkan model pembelajaran matematika yang lebih menarik dengan menggunakan Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) di sekolah madrasah.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan hal ini saat menerima Prof Yohanes di Kantor Kemenag Pusat RI, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Selasa (19/9/23).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam pandangan saya, ini adalah langkah yang sangat baik untuk diterapkan di madrasah. Saya rasa kita harus segera melaksanakannya tanpa menunggu lebih lama,” ujar Menteri Agama setelah melihat penerapan metode Gasing di berbagai tempat.

Baca juga:  Lima Kompetensi Wajib Lembaga Pendidikan Al-Quran

Menteri juga menilai bahwa ini dapat menjadi solusi bagi Kementerian Agama dalam meningkatkan pembelajaran Matematika di madrasah dengan lebih merata, sekaligus mendorong siswa untuk berpikir logis daripada sekadar menghafal.

“Kami akan mulai menerapkannya di madrasah terlebih dahulu, dan kemudian akan mengembangkan penggunaannya di wilayah pondok pesantren secara bertahap,” jelasnya.

Menag juga menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar tiga juta anak yang sedang belajar di madrasah tingkat dasar (kelas 1-6). Dengan jumlah yang besar tersebut, Menag berharap metode ini dapat diterapkan dalam waktu satu tahun ke depan.

Baca juga:  Jangan Pilih Pemimpin yang Gunakan Agama sebagai Alat Politik: Menag

Metode Gasing, yang digagas oleh Prof Yohanes, bukan hanya bertujuan untuk membuat siswa lebih mahir dalam berhitung, tetapi yang lebih penting adalah mengembangkan kemampuan berpikir logis, meningkatkan daya visual, dan mengubah karakter siswa.

“Para siswa yang belajar menggunakan metode Gasing cenderung memiliki peningkatan kepercayaan diri. Mereka menjadi lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah, terutama yang berkaitan dengan matematika,” ungkap Prof Yohanes.

Yang lebih menarik, Menag akan dapat memantau perkembangan siswa secara langsung. “Proses pemantauan dapat dilakukan melalui permainan. Data perkembangan siswa dapat diambil dari sini dan dipantau sejauh mana kemajuannya,” katanya.

Selain itu, karena metode Gasing ini disampaikan melalui bermain, banyak siswa yang merasa senang dan betah mengikutinya. “Tidak sedikit siswa yang bahkan menangis saat pelatihan berakhir, menunjukkan betapa metode ini memiliki dampak yang mendalam bagi mereka,” tambahnya.

Baca juga:  Inilah Link Pendaftaran CPNS 2023 SSCASN di sscasn.bkn.go.id dan Info Formasi CPNS 2023 pdf

Penerapan metode ini juga dianggap sangat efektif dan efisien, karena hanya memerlukan waktu dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada siswa yang sebelumnya belum memiliki pemahaman dasar dalam matematika.

“Bagi saya, tidak ada anak yang bodoh, hanya ada anak yang belum mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan metode yang tepat,” tandasnya.

Demikian berita Kemenag terkini seputar Kemenag Menggandeng Yohanes Surya, Terapkan Metode Gasing di Madrasah dibahas dalam artikel berita ini oleh Portal Berita Madrasah dan Kementerian Agama, INI BERITA MADRASAH melalui kanal Kemenag.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengajuan Konversi PAK Jabatan Fungsional Pranata Komputer Tahun 2023
Logo Hari Santri 2023: Jayakan Negeri dengan Jihad Intelektual di Era Transformasi Digital
Surat Edaran Pedoman Ceramah untuk Meningkatkan Kerukunan Umat
Pendaftaran Anggota BWI Periode 2024-2027 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Web Khusus CASN Kemenag Dirilis untuk Permudah Akses Informasi
Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag Tahun 2023 Telah Dibuka Hingga 9 Oktober, Ini Cara dan Syaratnya
Pengisian DRH dan Pemberkasan PPPK Hasil Optimalisasi Dibuka Hingga 28 September 2023, Ini Ketentuannya
Menag Berharap Indonesia Menjadi Teladan Toleransi di Seluruh Dunia

Berita Terkait

Senin, 9 Oktober 2023 - 21:25 WIB

Pengajuan Konversi PAK Jabatan Fungsional Pranata Komputer Tahun 2023

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 17:59 WIB

Logo Hari Santri 2023: Jayakan Negeri dengan Jihad Intelektual di Era Transformasi Digital

Rabu, 4 Oktober 2023 - 19:00 WIB

Surat Edaran Pedoman Ceramah untuk Meningkatkan Kerukunan Umat

Kamis, 28 September 2023 - 20:11 WIB

Web Khusus CASN Kemenag Dirilis untuk Permudah Akses Informasi

Senin, 25 September 2023 - 21:33 WIB

Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag Tahun 2023 Telah Dibuka Hingga 9 Oktober, Ini Cara dan Syaratnya

Senin, 25 September 2023 - 20:51 WIB

Pengisian DRH dan Pemberkasan PPPK Hasil Optimalisasi Dibuka Hingga 28 September 2023, Ini Ketentuannya

Selasa, 19 September 2023 - 18:13 WIB

Kemenag Menggandeng Yohanes Surya, Terapkan Metode Gasing di Madrasah

Selasa, 12 September 2023 - 18:29 WIB

Menag Berharap Indonesia Menjadi Teladan Toleransi di Seluruh Dunia

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Week of Indonesia-Netherlands Education and Research di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Pendidikan

Butuh lompatan besar untuk tingkatkan kualitas pendidikan

Selasa, 10 Okt 2023 - 18:02 WIB