kemendikbud-rekrut-lagi-150-ribu-guru-pppk-k2-non-kategori

Kemendikbud akan merekrut lagi 150 ribu guru honorer lewat PPPK tahap dua. Guru selalu diidentikkan dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Karena ilmu yang disebarkannya lah pada akhirnya para generasi penerus bangsa dapat menjadi pribadi yang berkualitas, tidak saja intelektualitas namun juga kepribadiannya.

Namun sayangnya, seperti sebutannya "pahlawan tanpa tanda jasa", nasib dan nestapa guru honorer seperti tak pernah ada habisnya.

Oleh sebab itu, pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya memberi perhatian dan tak berhenti untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan guru honorer di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menuntaskan masalah perekrutan guru honorer, yaitu merekrut 150 ribu guru honorer lewat PPPK tahap dua.

Baca juga: Masalah Pendidikan Indonesia Bersumber Dari Rendahnya Kompetensi Guru

Saat ini, Kemendikbud telah menyediakan kuota sebesar 150 ribu guru honorer yang bisa direkrut lewat jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dan yang menjadi prioritas perekrutan PPPK tahap dua tersebut adalah guru honorer kategori K2 ataupun nonkategori.

"Tahap satu dulu kan fokus pada guru honorer kategori K2. Pada tahap dua ini ada guru honorer K2 dan juga nonkategori khusus bagi guru yang masa pengabdiannya di atas 15 tahun," kata Mendikbud Muhadjir Effendy ketika menghadiri acara Harmoni Bersama Masyarakat (HBM) di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta, seperti dikutip dari laman Okezone, Ahad (28/4/2019).

Menurut Mendikbud, persoalan guru honorer telah ditangani mulai tahun 2018 melalui jalur PNS. Dan tahun 2019 ini diselesaikan melalui jalur PPPK bagi guru honorer K2 di atas usia 35 tahun.

"Kuotanya sebesar 150 ribu guru honorer yang hendak direkrut. Sayangnya tidak seluruh daerah mengusulkan. Mereka takut akan membebani APBD. Padahal hal itu sesuai kesepakatan dengan Kemenkeu bagi guru honorer yang diangkat menjadi PPPK,”jelas Mendikbud.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengharapkan pada tahun 2019 ini juga dapat dibuka lagi jalur PPPK bagi guru honorer yang mempunyai masa kerja lebih dari 15 tahun.

Baca juga: Guru Hingga Angkatan 2015 Bisa Ikuti PPG Guru Madrasah

"Semoga tahun 2019 ini akan dibuka kembali jalur PPPK yang tidak hanya diperuntukkan bagi guru honorer K2, namun juga guru honorer non kategori yang mempunyai masa kerja di atas 15 tahun. Ini akan diselesaikan secara bertahap. Insya Allah pada tahun 2023 akan selesai," imbuhnya.

Berita Madrasah seputar Kemendikbud akan merekrut lagi 150 ribu guru honorer lewat PPPK tahap dua, yaitu guru honorer K2 dan nonkategori khusus bagi guru yang masa pengabdiannya di atas 15 tahun semoga bermanfaat dan memberi angin segar kepada rekan guru yang sudah lama mengabdikan ilmu.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya