FlashNews

Mengikuti Suami Tidak Bisa Jadi Alasan Mengajukan Pindah

larangan-mutasi-bagi-CPNS-2018-sebelum-10-tahun

Larangan mutasi bagi CPNS 2018 meskipun dengan alasan mengikuti suami atau istri. Pemerintah telah menetapkan aturan sangat tegas untuk para calon pegawai negeri sipil (CPNS) perekrutan 2018. Bentuk ketegasan aturan tersebut adalah dilarang mengajukan pindah tugas atau mutasi selama 10 tahun. Tujuan aturan ini adalah agar manajemen kepegawaian menjadi semakin lebih baik.

Untuk sekarang ini tahapan penerimaan CPNS 2018 telah sampai pada tahap pemberkasan. Pelamar CPNS yang telah lulus seleksi dan sudah mendapat mendapat NIP (nomor induk pegawai) harus mau ditempatkan dan bekerja sesuai formasi yang sudah dipilih minimal dalam jangka waktu 10 tahun. Artinya sebelum 10 tahun PNS hasil perekrutan 2018 tidak bisa mengajukan mutas. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana di Jakarta sebagaimana dilansir sindonews.com, Kamis (24/1/2019).

Sesuai dengan Permenpan-RB Nomor 36/2018, di dalamnya disebutkan bahwa semua peserta seleksi CPNS yang telah dinyatakan lulus wajib membuat surat pernyataan yang isinya bersedia mengabdi pada instansi yang dipilih dan juga tidak akan mengajukan pindah dengan alasan apa pun dalam waktu sekurang-kurangnya selama sepuluh tahun. Yang hal itu dihitung sejak terhitung mulai tanggal (TMT) PNS.

Jika CPNS 2018 Mengajukan Pindah, Dianggap Mengundurkan Diri


Bila peserta seleksi CPNS 2018 yang telah dinyatakan lulus tetap saja mengajukan pindah, maka yang bersangkutan akan dianggap sebagai mengundurkan diri. Bahkan alasan karena mengikuti suami/istri pun tidak akan dapat lagi dipakai untuk mengajukan permohonan mutasi. Hal itu semuanya telah diatur dalam sistem di BKN.

Baca juga: Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019

Sistem di BKN telah dibuat untuk jangka waktu 10 Tahun. Jadi jika mengajukan pindah dengan alasan apa pun sebelum 10 tahun pasti mutasinya akan ditolak oleh database BKN.

Tujuan Tidak Boleh Mutasi Selama 10 Tahun


CPNS tidak diperbolehkan pindah atau mutasi jika belum 10 tahun ada alasannya. Hal itu tidak sekedar larangan sebagai sebuah kesewenang-wenangan. Tetapi berdasarkan kajian yang mendalam dan kepentingan bersama.
Diantara tujuan dari adanya larangan mutasi bagi CPNS 2018 yaitu:
  1. Jika sebelum 10 tahun sudah mutasi ke instansi/daerah lain, maka kepindahannya akan mengacaukan analisa beban kerja. Perlu diketahui bahwa analisis beban kerja merupakan salah satu acuan yang digunakan untuk pemenuhan formasi yang diajukan oleh instansi pembuka rekrutmen CPNS.
  2. Adanya larangan mutasi juga dimaksudkan agar pelayanan publik tidak terganggu.
  3. Manajemen sumber daya manusia (SDM) bisa berjalan dengan baik.
  4. Pemerataan kesempatan untuk bisa menjadi ASN (aparatur sipil negara).
  5. Dan distribusi ASN untuk seluruh wilayah Indonesia akan lebih merata.
Baca juga: Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini tengah memproses usulan penetapan Nomor Induk Pegawai untuk CPNS 2018 yang telah diajukan oleh instansi pembuka rekrutmen CPNS. Terdapat 5.952 usulan yang telah diterima, dan per 21 Januari 2019 yang lalu BKN telah selesai menetapkan sebanyak 4.533 NIP.

Demikian informasi Berita Madrasah seputar larangan mutasi bagi CPNS 2018 meskipun dengan alasan mengikuti suami atau istri.

Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019

perekrutan-pegawai-pemerintah-dengan-perjanjian-kerja-2019
Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019. Kementerian Agama (Kemenag) mengharap kepada Tenaga Honorer K2, khususnya guru dan penyuluh supaya mengikuti program skema rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dan Rekrutmen PPPK direncanakan akan mulai dilakukan pada akhir bulan Januari 2019 ini.

Informasi tentang skema rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika berdialog dengan 750 ASN pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, di Asrama Haji kota Bekasi.

“PPPK ini adalah salah satu solusi dari pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan para tenaga honorer. Dan Prioritas utama untuk tahun 2019 ini adalah bagi tenaga honorer K2,” Jelas Menag, Jumat (11/01/2019).

Menteri Agama mengharapkan agar para tenaga honorer K2 bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang ini. Dan pada tahapan selanjutnya, menurut Menag, secara bertahap kesempatan untuk menjadi PPPK akan kembali dibuka bagi tenaga-tenaga honorer lain yang tidak masuk dalam kelompok K2.

Pada dialog yang bertajuk Sapa Penyuluh dan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) itu, selain Menteri Agama juga ikut hadir sebagai narasumber adalah Suyitno, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Kementerian Agama Pusat.

Seirama dengan Menag, Suyitno juga menyampaikan bahwa di tahun 2019 ini pemerintah akan mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tiga kelompok jabatan. Yaitu untuk tenaga kesehatan, jabatan guru, dan juga penyuluh.

Namun bagi Kemenag, hanya mempunyai dua kelompok peluang, yaitu Guru dan penyuluh. Dan diharapkan peluang ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh tenaga honorer K2 yang ada saat ini.

Landasan Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)


Tentang harapan memanfaatkan PPPK tentu bukan tanpa alasan. Karena ada beberapa keuntungan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang : Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dengan diterbitkannya PP 49 Tahun 2018 tersebut maka akan membuka peluang bagi para tenaga honorer yang sudah melampaui limit umur untuk menjadi CPNS. Dalam regulasi ini disebutkan bahwa batas usia pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) minimal adalah 20 tahun dan paling tinggi (maksimal) adalah satu tahun sebelum batas usia pensiun jabatan yang akan diikuti seleksinya. Sebagai contoh, jika PPPK adalah guru maka batas paling tinggi usianya adalah 59 tahun karena masa pensiun guru adalah 60 tahun.

Tentu regulasi mengenai batas umur dalam PPPK berdasarkan PP 49 Tahun 2018 berbeda dengan aturan tentang pelamar CPNS. Untuk perekrutan CPNS, peluang diberikan kepada mereka yang memiliki umur maksimal 35 tahun.

Maka hal itu berarti, untuk tenaga honorer K2 yang berpeluang ikut seleksi berada dalam rentang usia antara 35 tahun sampai 59 tahun. Siapapun yang berada dalam rentang usia tersebut masih mempunyai peluang untuk mendaftar agar diangkat menjadi PPPK. Meskipun bagi yang sudah berusia 59 tahun kesempatan bekerjanya dalam status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya satu tahun.

Baca juga: Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Ada keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah adanya fasilitas yang didapat oleh mereka yang sukses menjadi PPPK. Mereka akan mendapatkan hak haknya berupa gaji dan juga tunjangan yang sama dengan PNS. Gaji dan tunjangan tersebut tentu saja disesuaikan dengan golongan kepangkatannya.

Yang membedakan antara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PNS adalah bahwa mereka tidak mendapat pensiun ketika habis masa bekerjanya sebagai PPPK.

Untuk Kepentingan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengajukan kebutuhan akan tenaga PPPK sebesar 20 ribu orang. Jumlah 20 ribu tersebut adalah gabungan antara tenaga guru dan penyuluh.

Baca juga: Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019

Kemenag sangat berharap kuota 20ribu bisa dididapat pada tahun 2019 ini. Harapan ini dikemukakan mengingat penetapan akan kuota jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bisa diterima merupakan kewenangan Kemenpan RB dan tidak pada Kementerian Agama.

Demikian informasi tentang peluang perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Kementerian Agama tahun 2019. Informasi ini disampaikan oleh Berita Madrasah di IniMadrasah.com.

Sunber: https://bit.ly/2VTz5rP

Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Pembelajaran di madrasah harus akrab dengan IT - Information Technology. Beberapa pihak masih ada yang mempertanyakan kwalitas pendidikan di madrasah. Madrasah dianggap tertinggal jauh dengan sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anggapan ini tidak semuanya benar dan juga tidak semuanya salah. Dianggap benar karena memang masih ada beberapa madrasah yang masih tertinggal, baik sarana prasarana pendidikan maupun hal lainnya. Dianggap salah karena nyatanya ada banyak madrasah yang sangat maju dan berkualitas. Banyak menorehkan prestasi baik nasional maupun internasional.

pembelajaran-di-madrasah-akrab-it
Jadi tergantung yang dilihat mana. Jika yang dilihat adalah madrasah yang memang segala-galanya masih kurang maka akan disumpulkan bahwa madrasah sangat jauh tertinggal oleh sekolah. Tetapi jika yang dilihat adalah madrasah dengan kualitas unggul seperti MAN Insan Cendikia Serpong, maka yang terlihat adalah kemajuan dan kualitas pendidikan di madrasah.

Sesungguhnya sama kok, sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga ada yang bagus, maju dan bermutu. Namun ingat, sekolah juga ada yang kondisinya memprihatinkan. Mereka mencari peserta didik saja susah.

Kritik Madrasah Tertinggal


Anggapan yang mengatakan bahwa madrasah tertinggal, diterima saja oleh warga madrasah dengan baik. Hal itu dianggap sebagai kritik untuk memperbaiki diri. Bagi madrasah yang memang keadannya cukup tertinggal, maka hal itu dianggap sebagi cambuk untuk memacu diri segera mengejar ketertinggal.

Nah, guna mengejar ketertinggalan, madrasah dituntut untuk segera memperbaiki kualitas pendidikan dan proses KBM-nya, mengikuti perkembangan zaman, melakukan penyesuaian dengan proses pembelajaran dengan basis teknologi informasi (IT) sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0 saat ini.

Sementara itu, Kepala Madrasah MAN Insan Cendekia, Serpong, Persahini Sidik mengatakan, bahwa mutu madrasah di Indonesia kini telah menunjukkan grafik pertumbuhan mutu yang sangat positif. Sekarang, tidak bisa dikatakan bahwa seluruh madrasah di Indonesia ketinggalan kualitasnya. Saat ini ternyata juga telah banyak madrasah yang mulai menerapkan sistem pembelajaran dengan basis Teknologi Informasi (IT).

Program Ujian Tanpa Kertas - Paperless


Madrasah sudah banyak yang menerapkan program pembelajaran yang mengarahkan dan mensupport peserta didik untuk semakin dekat dengan penggunaan IT. Sudah banyak madrasah yang sudah mulai menerapkan ulangan atau ujian dengan tidak lagi menggunakan kertas atau yang disebut dengan paperless. Jadi dalam kontek ini saja, madrasah tidak bisa lagi dianggap ketinggalan.

Ujian Madrasah tahun pelajaran 2018/2019 untuk seluruh madrasah sudah berbasis Komputer. Sehingga ujiannya disebut dengan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). Artinya, sudah tidak ada lagi madrasah yang melaksanakan ujian akhir dengan menggunakan kertas.

Baca juga : Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019

Di sisi lain, madrasah harus tetap bisa memaksimalkan metode dan kurikulum pembelajarannya agar maju di bidang sains. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai madrasah mencetak peserta didik menjadi scientist murni. Tetapi memberikan dasar-dasar berpikir sains dan cara berpikir ilmiah. Para peserta didik juga diberikan dasar dasar pembelajaran yang baik dengan menerapkan sistem belajar yang sistematis. Sehingga dengan cara ini, madrasah benar-benar akan berani bersaing dan berkompetisi dalam bidang apapun.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa tidak kalah penting adalah madrasah sudah selayaknya merubah paradigma dan main set-nya untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Siswa madrasah tidak lagi gagap dengan perangkat teknologi (gadget) yang kian canggih dan terus berkembang pesat.

Baca juga: Mengenal Pencipta Hymne dan Mars Madrasah

Dengan demikian maka para peserta didik akan memiliki pikiran dan pandangan tanpa batas, mendunia, dan global. Dengan gadget itu, kemana pun para peserta didik tetap dapat beraktivitas belajar, mengerjakan dan membuat laporan secara online kepada guru.

Oleh karena itu, madrasah semestinya dapat mengantisipasi perkembangan - perkembangan tersebut agar penggunaan gadget bisa dioptimalkan untuk kepentingan pembelajaran.

Demikian informasi seputar pembelajaran di madrasah harus akrab dengan IT agar tidak ketinggalan dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Info ini masih tetap dipersembahkan oleh Berita Madrasah melalui inimadrasah.com.

Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019

cara-import-file-backup-transfer-respon-unbk-tahun-2019
Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019. Posting Berita Madrasah kali ini seputar cara import file backup transfer respon UNBK. Tutorial ini admin anggap penting dan layak dishare untuk diketahui bersama.

Rekan Proktor UNBK, Dalam Aplikasi CBTSync UNBK ada Menu Transfer Respon. Menu tersebut mempunyai fungsi untuk mengembalikan jawaban peserta UNBK jika terjadi masalah error atau kerusakan pada server UNBK.

Dengan adanya menu Transfer Respon maka saat terjadi keruskan atau error pada VHD, jawaban peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang telah dikerjakan bisa dikembalikan lagi sebagaimana sebelumnya saat belum terjadi error pada VHD. Dengan begitu peserta UNBK tidak dirugikan karena mereka bisa melanjutkan lagi untuk mengerjakan soal soal ujian berikutnya tanpa kehilangan jawaban satupun.

Demi menghindari kerugian yang dialami peserta UNBK karena terjadi error pada VHD, rekan rekan proktor sangat disarankan melakukan langkah antisipatif . Langkah antisipasi atau jaga-jaga perlu dilakukan untuk menhindari kejadian yang tak terduga selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di satuan pendidikan masing-masing. Rekan rekan proktor dan teknisi Sekolah/Madrasah penting untuk bisa memahami langkah-langkah melakukan restore atau pengembalian jawaban dengan menggunakan Menu Transfer Respon Aplikasi CBTSync UNBK Tahun 2019

Langkah-langkah Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019


Rekan Proktor/ Teknisi, dalam  posting ini akan dijelaskan langkah demi langkah agar rekan-rekan bisa melakukan import atau restore jawaban dalam file hasil backup melalui Menu Transfer Respon Aplikasi CBTSync UNBK Tahun 2019.

Agar lebih jelas, silahkan rekan-rekan mengikuti dan mencermati alurnya berikut ini:

A. Persipan sebelum melakukan Import File Backup Transfer Respon
  1. Pertama harus memastikan bahwa akun peserta UNBK (client) tidak ada yang masih login (tutup Xambro Klien). Bila ada, maka harus log out lebih dahulu.
  2. Langkah berikutnya ajukan Token Transfer Respon kepada Helpdesk UNBK Pusat.
  3. Lakukan Replace atau timpa VHD yang rusak dengan menggunakan VHD yang sama tetapi hasil Backup ketika melakukan Sinkronisasi.
  4. Aturlah settingan atau pengaturan Transfer Respon sama persis seperti VHD sebelumnya yang Rusak. 
  5. Jangan langsung melakukan restore atau import file Backup Transfer Respon
  6. Aturlah Mata Pelajaran yang diujikan hari itu dan kelompoknya. 
  7. Simpan semua, terus logut dan kemudian submite kembali.
  8. Lakukan import File Backup Transfer Respon UNBK yang sebelumnya telah di-compress dalam format ZIP.
  9. Bila proses Import selesai, maka peserta UNBK bisa login lagi.
B. Langkah Import File Backup Transfer Respon

Untuk melakukan proses import File Backup Transfer Respon, rekan proktor dan teknisi bisa mengikuti langkah-langkah seperti di bawah ini:
  1. Proktor silahkan mengajukan Token Transfer Respon kepada Tim Helpdesk Pusat menggunakan menu Tiket Bantuan yang ada di Web UNBK tahun 2018-2019.
  2. Pada screen CBTSync menu Transfer Respon, klik menu Browse untuk mencari file backup yang sudah kita buat dalam ekstensi.zip sebelumnya.
  3. Kemudian klik Upload
  4. Tunggu beberapa saat sampai hingga file terupload dengan sempurna sebagaimana yang ditunjukkan indikator upload.
  5. Lanjutkan dengan memasukkan token yang diberikan oleh tim Helpdesk Pusat dikolom Token
  6. Mulai proses import, tunggu sampai proses restore selesai.
  7. Akhirnya selesai sudah. Peserta UNBK bisa login lagi dan melanjutkan mengerjakan soal-soal UNBK yang sempat terhenti.
Pemanfaatan server cadangan dan juga transfer respon oleh sekolah atau madrasah merupakan satu solusi karena munculnya kendala teknis, terutama terjadi error di server baik server virtual ataupun server faktual.

Dengan menpunyai langkah langkah antisipatif terhadap kendala teknis yang muncul pada saat UNBK berlangsung, maka diharapkan pihak sekolah atau madrasah penyelenggara ujian akan menemukan pemecahan atas masalah yang timbul.

Namun perlu diingat bahwa solusi berupa Transfer Respon ini mempunyai kekurangan dan juga kelebihan, yaitu:

Kekurangan:
  1. Permintaan token harus ke HD Pusat, sehingga proses ini relatif memakan waktu sehingga lebih lama.
Kelebihan:
  1. Siswa dapat kembali melanjutkan mengerjakan soal-soal UNBK.
  2. Jawaban serta waktu pengerjaan peserta UNBK tetap sama seperti saat menggunakan VM sebelumnya.
Demikianlah informasi penting dari Berita Madrasah seputar Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019, semoga bermanfaat. Dan tentu saja semua berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk error pada VHD. Terus baca informasi terupdate melalui Berita Madrasah di inimadrasah.com

Mengenal Pencipta Hymne dan Mars Madrasah

Ikin-Sodikin-Pencipta-Hymne-Mars-Madrasah
Pencipta Hymne dan Mars Madrasah adalah Pak Ikin Sodiqin, seorang guru Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Tanjungsari Tasikmalaya. Beliau merupakan sosok berusia 57 tahun dengan kepribadian sederhana, santun, rendah hati dan tidak neko-neko.

Pak Ikin seorang guru madrasah yang mahir bermain musik walaupun tidak pernah kursus atau mengikuti pendidikan musik. Kemahirannya bermain musik hasil belajar otodidak.

Hymne dan Mars madrasah adalah hasil kreasinya yang dilandasi kegelisahan pada kondisi madrasah di kampung-kampung di Tasikmalaya pada tahun 2007. Ia merasakan bahwa madrasah sedang mengalami kepenatan dan kalah bersaing dengan sekolah. Di madrasah juga tidak ada semangat dan gairah.

Atas kegelisahan yang dialami Pak Ikin tersebut, almarhum pak Muntaha memintanya membuat kreasi melalui seni untuk membangkitkan semangat madrasah.

Menurut pengakuan Pak Ikin Sodiqin, ia akhirnya menciptakan 18 lagu yang terdiri hymne, Mars atau Senandung. Dan kemudian diikutkan lomba di tingkat kabupaten tahun 2011. Lagu-lagu tersebut oleh KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Jawa Barat dirilis.

Pada tahun 2012, Pak Ikin Sodiqin diminta oleh Kasubdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Madrasah (saat itu), Dr. Sastra Djuanda untuk menciptakan lagu Mars dan Hymne Madrasah dalam 1 bulan untuk dikumandangkan saat acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah) untuk pertama kalinya di Bandung.

Permintaan itu membuat Pak Ikin tidak bisa tidur selama satu pekan. Ketika selesai, draft mars dan hymne kreasinya divalidasi oleh tim Kemenag dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Ternyata ada tujuh kompetitor lain dalam menciptakan lagu mars dan hymne madrasah. Mars dan hymne ciptaan pak Ikin yang terpilih meski harus ada revisi lirik. Dan setelah 1 minggu akhirnya lagu mars dan hymne madrasah yang dikenal sekarang ini launching di Hotel Harris Bandung.

Menurut pengakuan Pak Ikin bahwa Kementerian Agama sungguh-sungguh dalam seleksi Hymne dan Mars madrasah. Hal itu wajar karena dipakai secara nasional dan diperdengarkan di berbagai event dan forum.

Atas prestasi Pak Ikin menciptakan lagu Mars dan Hymne madrasah,  Kementerian Agama banyak memberikan penghargaan  kepadanya meski tidak selalu berupa materi. Hal itu diakuinya dengan menceritakan bahwa setiap ada even nasional, seperti KSM dan AKSIOMA, ia selalu diundang dan dilibatkan.

Bahkan setelah pelaksanaan KSM-AKSIOMA di Malang tahun 2013, Pak Ikin diberangkatkan ke Australia selama 9 hari.

Ia mengaku senang dan terharu jika mendengar lagu ciptaannya dikumandangkan.

"Saat mars dan hymne madrasah dikumandangkan, saya selalu terharu. Ada perasaan yang luar biasa", tuturnya.

Mars dan Hymne Madrasah merupakan salah satu bentuk pengabdian pak Ikin Sodiqin kepada madrasah., di samping pengabdiannya sebagai guru.

Terima kasih pak Ikin Sodiqin.

Kemenag Susun Buku Teks PAI Sekolah

Kemenag Susun Buku Teks PAI Sekolah Kementerian Agama saat ini sedang mempersiapkan penyusunan buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk sekolah, dari SD hingga SLTA.

Seiring dengan perubahan regulasi, Khusus buku pendidikan keagamaan, penyiapannya diserahkan kepada Kemenag. Hal ini berbeda dengan sebelumnya yang terpusat pada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk).

Tugas Kemenag menyusun Buku PAI sekolah tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perbukuan yang merupakan breakdown dari UU Sistem Perbukuan yang telah disahkan di bulan April 2017. Dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa muatan keagamaan dalam buku pendidikan adalah tanggung jawab menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama. Tentu saja dalam hal ini adalah Kementerian Agama.

Oleh karena itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam mulai menggarap 12 buku PAI dari kelas I hingga kelas XII. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, memerintahkan supaya dilakukan uji publik terlebih dahulu terhadap buku-buku yang disusun sebelum proses penggandaan buku secara besar-besaran.

"Buku PAI harus sarat nilai keagamaan dan mudah diinternalisasikan kepada anak didik, bisa ditransformasi, efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, dan mengutamakan karakter keberagamaan anak di sekolah," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam menyusun buku PAI sekolah bahwa buku harus bisa dipahami guru PAI. Hal itu dimaksudkan agar para guru mampu menerjemahkan bahan ajar dan dikaitkan dengan kehidupan keseharian.

"Sebagai contoh tentang shalat. Shalat tidak sekedar ritualitas yang berawal dari takbir dan berakhir dengan salam. Seorang guru harus bisa menjelaskan makna kandungan takbir, tahmid sampai dengan salam dalam kontek kehidupan sehari-hari siswa," terangnya.

Masih Ada 570 Ribu Guru Belum Bersertifikat Pendidik

570 Ribu Guru Belum Bersertifikat PendidikSaat ini masih ada 570.000 guru di Indonesia yang belum bersertifikat pendidik. Dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang memfasilitasi mereka supaya bisa mendapatkan sertifikat.

Di sisi lain, ada 3.107.000 guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Hal itu dikatakan DirJend Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Elvira.

Sertifikat pendidik dulunya bisa diperoleh guru dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan guru profesi (PLPG). Tapi sekarang sudah tidak lagi karena diganti dengan Program Profesi Guru (PPG).

59 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia dipercaya menjadi penyelenggara PPG. Dan untuk tahun 2018 imi, PPG Dalam Jabatan dilakukan dengan kerja sama antara Kemendikbud dan Kemenristekdikti.

PPG adalah untuk guru yang belum bersertifikat pendidik. Tahun 2018 PPG menyasar 20.000 guru. PPG diikuti guru PNS ataupun guru tetap yayasan (GTY) yang belum bersetifikasi dan sudah mempunyai ijazah sarjana.

“Dalam jangka waktu antara 5-6 tahun ke depan, seluruh guru di Indonesia telah mempunyai sertifikat pendidik,” tutur DirJend Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Elvira.

4 Pelajar MA NU Kudus Menciptakan Obat Herbal

Siswa-Madrasah-obat-herbal-asam-urat-kolesterol4 Pelajar MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus berhasil menciptakan obat dengan bahan herbal. Obat herbal yang diciptakan mereka bermanfaat untuk mengobati asam urat dan menurunkan kolesterol.

Keempat siswa-siswi yang berhasil menciptakan obat dengan bahan herbal tersebut adalah Adelita Pratiwi, Naeli Rohmah, Nurul Lailiyah, dan Moh Alwi Sihabuddin. Mereka mebuat obat herbal dengan memanfaatkan tanaman akar anting-anting.

Memanfaatkan akar anting-anting dilatarbelakangi banyaknya tanaman tersebut di lingkungan mereka. "tanaman akar anting-anting banyak terdapat di lingkungan sekitar. Dan sepertinya dibiarkan atau dianggap sebagai rumput liar." kata Adelita Pratiwi, salah satu anggota tim.

Upayanya membuat obat herbal berbahan akar anting-anting juga didasari sering melihat saudara penderita asam urat mengkonsumsi tanaman anting-anting. "Ternyata tanaman anting-anting bisa menyembuhkan asam urat dan dan menurunkan kolesterol” jelasnya lagi sebagaimana dikutip dari murianews.com.

Observasi tanaman anting-anting


Atas dasar itu pengalaman saudarnya, Adelita Pratiwi bersama tiga teman dan guru pembimbingnya melakukan penelitian dan percobaan. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa memang tanaman anting-anting dapat menjadi obat asam urat dan kolesterol.

Setelah enam bulan berjalan, keempatnya memproduksi obat herbal berbahan tanaman anting-anting. Selanjutnya obat herbal ciptaannya dikemas menjadi lima produk. Yaitu akar kering atau simplisia, sirup, kapsul, permen dan kripik. Keempat produk pertama memanfaatkan bagian akar. Sedangkan Produk kelima (keripik) memanfaatkan bagian daun tanaman anting-anting.


Dalam proses penelitian dan pembuatan obat herbal, keempat siswa MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus dibimbing oleh dua orang guru, Umi Habibah dan Faiz Nor Farida. Ketika ditanya, adakah kesulitan selama proses produksi? "Hal tersulit saat proses pembuatan produk tersebut adalah ketika menciptakan bentuk kapsul atau serbuk", jelas mereka.

Umi Habibah menceritakan pengalamannya bersama keempat siswa-siswinya bahwa ketika membuat simplisia dari akar anting-anting, semua merasa kesulitan dalam mencari alat pengeringnya.

"Agar tidak merusak kandungan zat yang ada di dalamnya, akar anting-anting harus dikeringkan dengan suhu antara 50 - 60 derajat celcius. Sementara, ketika memakai oven suhu terendah yang dihasilkan adalah 100 derajat celcius. Jika membeli, harganya cukup mahal,” terangnya.

Awalnya untuk Ajang Krenova


Pada awalnya pembuatan obat herbal dari akar tanaman anting-anting tersebut adalah untuk mengikuti ajang Krenova, lomba kreativitas dan inovasi masyarakat. Lomba Krenova diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Dengan bimbingan guru, mereka berhasil memperoleh juara satu.

Selanjutnya, mereka berhak mengikuti lomba yang sama untuk tingkat provinsi. Dan karena kreatifitas dan nilai manfaat yang tinggi, obat herbal dari akar tanaman anting-anting kembali berhasil menjadi pemenang pada tahun 2018 ini.

Sumber : Situs NU Online
Postingan Lama NEWER POSTS