FlashNews

Program Beasiswa Santri Berprestasi

program-beasiswa-santri-berprestasi-2019

Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) mulai dibuka pada tanggal 1 April 2019 mendatang. PBSB 2019 akan dibuka pada 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan juga 7 Perguruan Tinggi Umum.

Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi  bahwa "pendaftaran untuk PBSB Reguler akan dibuka pada 1 April 2019,” terangnya di Jakarta, Selasa (19/03).

Menurut Zayadi, Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) sebagai bentuk afirmasi negara kepada para santri supaya bisa siap menghadapi tantangan zaman. Supaya para santri bisa mentransformasikan setiap nilai-nilai agama dan juga nilai-nilai kemanusiaan yang universal kedalam konteks kesekarangan. Setidaknya terdapat dua hal yang menjadi fokus perhatian, yaitu : pemahaman serta penguasaan pada aspek ilmu agama atau tafaqquh fiddin dan sekaligus kemampuan menentukan kemaslahatan kemanusiaan atau tafaqquh fii mashalihil khalqi di masa mendatang.

“Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB tidak cuma memberikan ruang pada pengkajian keilmuan bidang keislaman, tetapi juga kajian pada keilmuan lainnya yang merupakan instrumen akademik dan metodologis guna mentransformasikan agama agar lebih kontekstual,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren akan selalu berusaha melakukan pengoptimalan berbagai pilihan studi. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan juga pesantren dalam mengaplikasikan fungsi dakwah, fungsi pendidikan, dan pemberdayaan masarakat, serta usaha akselerasi pembangunan nasional. Harapannya, setiap santri lulusan Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB akan lebih tanggap dan dapat memberikan jalan keluar akan persoalan-persoalan aktual.

“Bahwa Komposisi pilihan jurusan PBSB reguler saat ini sudah sangat merata, yakni 51% untuk jurusan keagamaan dan 49% umum,” tambahnya.

Pilihan Jurusan Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB


Berikut daftar perguruan tinggi dan jurusan yang disediakan dalam PBSB Reguler 2019:

UIN ALAUDDIN MAKASSAR
1. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan; a) Farmasi, b) Keperawatan, c) Kesehatan Masyarakat
2. Fakultas Adab Dan Humaniora; a) Sejarah Dan Kebudayaan Islam, b) Bahasa Dan Sastra Arab
3. Fakultas Sains Dan Teknologi; Teknik Informatika

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
1. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan; a) Pendidikan Bahasa Arab, b) Pendidikan Guru Madrasah, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika
2. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan; a) Farmasi, b) Pendidikan Dokter
3. Fakultas Ekonomi; a) Perbankan Syariah, b) Akuntansi
4. Fakultas Sain Dan Teknologi; Teknik Informatika
5. Fakultas Syariah; Al Ahwal As Syakhshiyyah
6. Fakultas Psikologi; Psikologi

UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Fakultas Dakwah; a) Bimbingan Dan Penyuluhan Islam, b) Pengembangan Masyarakat Islam

UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Fakultas Ushuluddin; Tasawuf Psikoterapi

UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Fakultas Ushuluddin; a) Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, b) Ilmu Hadits

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan; a) Pendidikan Dokter, b) Farmasi, c) Ilmu Keperawatan, d) Kesehatan Masyarakat

UIN WALISONGO SEMARANG
Fakultas Syariah; Ilmu Falak

MA'HAD ALY AS'ADIYAH SENGKANG
Takhassus Tafsir Dan Ilmu Tafsir

MA'HAD ALY HASYIM ASY'ARI JOMBANG
Takhassus Hadits Dan Ilmu Hadits

MA'HAD ALY KEBON JAMBU CIREBON
Takhassus Fiqh Dan Ushul Fiqh

MA'HAD ALY SALAFIYAH SYAFI'IYAH SITUBONDO
Takhassus Fiqh Dan Ushul Fiqh

INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)
1. Fakultas Pertanian; a) Manajemen Sumberdaya Lahan, b) Agronomi Dan Hortikultura, c) Proteksi Tanaman
2. Fakultas Kedokteran Hewan; Kedokteran Hewan
3. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan; a) Teknologi Hasil Perairan, b) Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap
4. Fakultas Peternakan; a) Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, b) Teknologi Produksi Ternak, c) Teknologi Hasil Ternak
5. Fakultas Kehutanan; Silvikultur
6. Fakultas Teknologi Pertanian; a) Teknologi Industri Pertanian, b) Teknik Sipil Dan Lingkungan
7. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA); Meteorologi Terapan
8. Fakultas Ekologi Manusia; a) Ilmu Gizi, b) Ilmu Keluarga Dan Konsumen

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SURABAYA
1. Fakultas MIPA; a) Matematika, b) Statistika
2. Fakultas Teknologi Informasi; a) Sistem Informasi, b) Teknik Informatika
3. Fakultas Teknologi Industri; a) Teknik Elektro, b) Teknik Industri

UNIVERSITAS CENDRAWASIH JAYAPURA
1. Fakultas MIPA; Farmasi
2. Fakultas Kedokteran; Ilmu Keperawatan
3. Fakultas Kesehatan Masyarakat; Ilmu Kesehatan Masyarakat
4. Fakultas Teknik; Teknik Sipil

UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM) YOGYAKARTA
1. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis; a) Akuntasi, b) Ilmu Ekonomi
2. Fakultas Farmasi; Farmasi
3. Fakultas Kedokteran Hewan; Kedokteran Hewan
4. Fakultas Psikologi; Psikologi
5. Fakultas Teknologi Pertanian; a) Teknologi Industri Pertanian, b) Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian

Baca juga: 74 Langkah Panduan Sispena

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG
1. Fakultas Ilmu Pendidikan; a) Bimbingan Dan Konseling, b) Teknologi Pendidikan
2. Fakultas Pendidikan Seni Dan Desain; a) Pendidikan Seni Musik, b) Pendidikan Seni Rupa

UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA JAKARTA
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya; Sastra China

UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
1. Fakultas Hukum; Ilmu Hukum
2. Fakultas Kedokteran; Ilmu Gizi

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menegaskan akan pentingnya santri untuk menentukan pilihan jurusan yang diminati dan tentu saja sesuai kemampuannya. “Kami harapkan sebelum santri mendaftar terlebih dulu memahami betul fakultas dan jurusan-jurusan yang akan dipilih. Hal ini bertujuan agar santri bisa juga mengukur kemampuan dirinya pada jurusan yang dipilih,” tukasnya.

Baca juga: Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

Persyaratan Program Beasiswa Santri Berprestasi PBSB


Kecuali itu, Basnang juga menjelaskan tentang gambaran umum persyaratan pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi - PBSB sebagai berikut:
  1. Santri pondok pesantren yang telah memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP)
  2. Santri tingkat akhir (aliyah/ulya) dan lulus tahun 2017, 2018 dan 2019 pada Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berada dan/atau menjadi bagian dari Pondok Pesantren, Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), Satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan
  3. Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut
  4. Diutamakan santri berprestasi berasal dari keluarga kurang mampu
  5. Kriteria Khusus:
    a) Pilihan studi pada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah hafal al-Qur’an minimal 10 Juz
    b) Pilihan studi pada UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah hafal al-Qur’an sebanyak 3 Juz
    c) Pilihan studi pada Ma’had Aly memiliki kemampuan berbahasa Arab, memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning, hafal 100 bait Nazh Alfiyyah Ibn Malik, hafal al-Qur’an minimal 1 juz
  6. Mendaftar secara online melalui https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pbsb/
Demikian Berita Madrasah seputar Program Beasiswa Santri Berprestasi - PBSB

RPP Tematik SD/MI ABAD 21

rpp-tematik-sd-mi-abad-21

RPP Tematik SD/MI ABAD 21. Rekan-rekan guru MI ataupun SD yang menghendaki RPP Abad 21 untuk pembelajaran silahkan download pada link-link yang ada di bawah.

RPP Tematik SD/MI Abad 21 ini disajikan lengkap mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6.

RPP ABAD 21

RPP KELAS 1

Kelas 1 Tema 1 : http://bit.ly/2CbWzAc
Kelas 1 Tema 2 : http://bit.ly/2Ci35p2
Kelas 1 Tema 3 : http://bit.ly/2TxsQfS
Kelas 1 Tema 4: http://bit.ly/2UxXv94
Kelas 1 Tema 5 : http://bit.ly/2tL4znh
Kelas 1 Tema 6 : http://bit.ly/2NEoBJ1
Kelas 1 Tema 7 : http://bit.ly/2UdAatg
Kelas 1 Tema 8 : http://bit.ly/2IPdtui

RPP KELAS 2

Kelas 2 Tema 1 : http://bit.ly/2TCaA5a
Kelas 2 Tema 2 : http://bit.ly/2THeMQ3
Kelas 2 Tema 3 : http://bit.ly/2TJP9hI
Kelas 2 Tema 4: http://bit.ly/2T1dtXU
Kelas 2 Tema 5 : http://bit.ly/2C08elC
Kelas 2 Tema 6 : http://bit.ly/2SIzDy9
Kelas 2 Tema 7 : http://bit.ly/2TqXZk7
Kelas 2 Tema 8 : http://bit.ly/2Vy5T8H

RPP KELAS 3

Kelas 3 Tema 1 : http://bit.ly/2NXBX3d
Kelas 3 Tema 2 : http://bit.ly/2EVCoXH
Kelas 3 Tema 3 : http://bit.ly/2UAZo5e
Kelas 3 Tema 4: http://bit.ly/2O03bX1
Kelas 3 Tema 5 : http://bit.ly/2Eu6EZC
Kelas 3 Tema 6 : http://bit.ly/2EwS57s
Kelas 3 Tema 7 : http://bit.ly/2TnDAwx
Kelas 3 Tema 8 : http://bit.ly/2C2Y3wN

RPP KELAS 4

Kelas 4 Tema 1 : http://bit.ly/2HsU3sO
Kelas 4 Tema 2 : http://bit.ly/2CfeSV3
Kelas 4 Tema 3 : http://bit.ly/2Hdzm4X
Kelas 4 Tema 4: http://bit.ly/2UwlLsv
Kelas 4 Tema 5: http://bit.ly/2CfeVAd
Kelas 4 Tema 6 : http://bit.ly/2C0fez2
Kelas 4 Tema 7 : http://bit.ly/2Tw88fq
Kelas 4 Tema 8 : http://bit.ly/2EJK0h2
Kelas 4 Tema 9 : http://bit.ly/2TfFH62

RPP KELAS 5

Kelas 5 Tema 1 : http://bit.ly/2EREtUO
Kelas 5 Tema 2 : http://bit.ly/2HrenLe
Kelas 5 Tema 3 : http://bit.ly/2NZXLeH
Kelas 5 Tema 4: http://bit.ly/2TCOvm4
Kelas 5 Tema 5: http://bit.ly/2Cb6aqP
Kelas 5 Tema 6 : http://bit.ly/2NFmZip
Kelas 5 Tema 7 : http://bit.ly/2EKJRu6
Kelas 5 Tema 8 : http://bit.ly/2HcV5cj
Kelas 5 Tema 9 : http://bit.ly/2Twx0Uc

RPP KELAS 6

Kelas 6 Tema 1 : http://bit.ly/2HfChtR
Kelas 6 Tema 2 : http://bit.ly/2F8BFnH
Kelas 6 Tema 3 : http://bit.ly/2TF0eka
Kelas 6 Tema 4: http://bit.ly/2Ts1eIS
Kelas 6 Tema 5: http://bit.ly/2TAUSX9
Kelas 6 Tema 6 : http://bit.ly/2TsqnCw
Kelas 6 Tema 7 : http://bit.ly/2GUalLK
Kelas 6 Tema 8 : http://bit.ly/2tP3LxH
Kelas 6 Tema 9 : http://bit.ly/2SG79F3

KISI KISI UTS SEMESTER 2

Kelas 1 : https://bit.ly/2ExRW3V
Kelas 2 : https://bit.ly/2IRdxcV
Kelas 3 : https://bit.ly/2EsawdG
Kelas 4 : https://bit.ly/2tM0T4r
Kelas 5 : https://bit.ly/2Ujku7R
Kelas 6 : https://bit.ly/2HbVlYZ

Baca juga : 74 Langkah Panduan Sispena

SOAL UTS SEMESTER 2

Kelas 1 : https://bit.ly/2Tbsknq
Kelas 2 : https://bit.ly/2TeoObV
Kelas 3 : https://bit.ly/2TeMSM0
Kelas 4 : https://bit.ly/2NFwga9
Kelas 5 : https://bit.ly/2GY4tRS
Kelas 6 : https://bit.ly/2Hg9HaP


KISI KISI UH SEMESTER 2

Kelas 1 : https://bit.ly/2TfWhmz
Kelas 2 : https://bit.ly/2EoE8II
Kelas 3 : https://bit.ly/2C5z5Ng
Kelas 4 : https://bit.ly/2GXZmB5
Kelas 5 : https://bit.ly/2IYT8Tw
Kelas 6 : https://bit.ly/2EItluh

Baca juga: Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

SOAL UH SEMESTER 2

Kelas 1 : https://bit.ly/2XyR4oa
Kelas 2 : https://bit.ly/2UmUAjO
Kelas 3 : https://bit.ly/2XzEVj0
Kelas 4 : https://bit.ly/2TsugHr
Kelas 5 : https://bit.ly/2tP8YWe
Kelas 6 : https://bit.ly/2EIL7hg

Semoga RPP Tematik SD/MI Abad 21 ini disajikan lengkap mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6 ini bermanfaat

74 Langkah Panduan Sispena

75-langkah-panduan-mengisi-sistem-aplikasi-sispena-s-m

74 Langkah Panduan Sispena-S/M untuk Sekolah/Madrasah. Tutorial ini akan memberikan pemahaman kepada Sekolah/Madrasah bagaimana menggunakan aplikasi Sispena-S/M (Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah.)

Aplikasi Sispena-S/M adalah aplikasi penilaian akreditasi yang berbasis web, dimana bisa akses dimana saja, kapan saja dengan syarat terhubung dengan internet. Selain bisa diakses menggunakan Laptop atau komputer aplikasi juga bisa diakses menggunakan handphone ataupun device yang resolusinya lebih kecil.

Adapun langkah-langkah untuk mengakses atau menggunakan aplikasi Sispena-S/M yaitu:
  1. Buka url: bansm.kemdikbud.go.id/sispena di halaman browser
  2. Atau bisa klik link banner Sispena-S/M yang terdapat di sebelah kiri bawah website http://bansm.kemdikbud.go.id
  3. Akan muncul halaman login.
  4. Selanjutnya masukkan user (NPSN) dan password yang dimiliki. Untuk password default adalah NPSN juga
  5. Masukkan kode pengaman yang muncul secara acak pada form di bawahnya. dan klik link “di sini” untuk mengganti kode yang muncul apabila kode tidak jelas
  6. Kalau sudah user password dan kode pengaman terisi klik “LOGIN”
  7. Apabila berhasil masuk maka, Sistem akan langsung menampilkan jendela form identitas sekolah yang sebagian besar telah terisi dari data dapodik/EMIS
  8. Khusus untuk Jenjang SMK, terdapat form isian program keahlian yang bisa diisi lebih dari satu program keahlian
  9. Selain itu, data yang wajib diisi sekolah adalah status akreditasi terakhir, tahun akreditasi serta visi dan misi
  10. Setelah terisi selanjutnya klik “Submit”
  11. Selanjutnya sekolah mengklik Menu “Data Isian Akreditasi atau DIA” yang ada disamping kiri untuk memulai proses penginputan isian akreditasi
  12. Terdapat beberapa menu pada isian akreditasi diantaranya: Pernyataan Kepala Sekolah/Madrasah, Pemutakhiran data, Prasyarat Akreditasi, Data Isian Akreditasi, dan Kartu Kendali
  13. Langkah awal pengisian DIA klik menu “Pernyataan Kepala Sekolah”
  14. Klik tombol download (unduh) format, apabila belum memiliki format pernyataan kepala sekolah/madrasah, lalu Save (Simpan)
  15. Isilah format pernyataan kepala sekolah yang telah didownload
  16. Setelah format tersebut diisi, ditandatangan dan distempel, selanjutnya discan/dipindai dan dimasukan ke dalam Sispena-S/M dengan mengklik Tombol Choose File (Pilih File) lalu tekan tombol Simpan
  17. Apabila file sudah terkirim ke dalam sistem, maka akan muncul tombol keterangan “sudah terunggah”
  18. Tombol sudah terunggah akan mendownload file yang telah kita masukkan ke dalam sistem. Apabila file tersebut ingin diperbaharui atau diganti maka klik kembali Choose File untuk memilih file
  19. Apabila telah selesai klik menu “Pemutakhiran Data” pada susunan menu DIA yang ada di Sispena-S/M
  20. Ketika kita mengklik menu Pemutakhiran Data akan muncul submenu seperti siswa, mata pelajaran, guru tenaga kependidikan, sarana dan prasarana
  21. Sebagai catatan penting dan untuk diketahui bersama, pemutakhiran data adalah proses untuk mengambil data sekolah/madrasah yang bersangkutan dari data dapodik melalui PDSPK Kemdikbud untuk Sekolah dan EMIS Kemenag untuk Madrasah. Data tersebut digunakan sebagai data referensi penginputan isian akreditasi pada Sispena-S/M
  22. Klik menu Siswa untuk mendapatkan data siswa sekolah dari dapodik/EMIS
  23. Akan muncul jendela yang berisi menu pengambilan data dan daftar yang masih kosong. Selanjutnya klik Tombol “Ambil data API” Dapodik/EMIS
  24. Proses Ambil data Dapodik/EMIS siswa akan langsung dilakukan, dan apabila berhasil maka akan muncul data Rombongan Belajar dan Siswa serta tingkatnya
  25. Lakukan hal yang sama pada menu selanjutnya
  26. Klik menu “Mata Pelajaran” untuk mengambil data dari dapodik/EMIS untuk referensi ke Sispena-S/M. Lalu klik tombol Ambil data Dapodik/EMIS
  27. Klik menu “Guru Tenaga Kependidikan” untuk mengambil data dari dapodik/EMIS untuk referensi ke Sispena-S/M. Lalu klik tombol Ambil data Dapodik/EMIS
  28. Klik menu “SARANA” untuk mengambil data dari dapodik/EMIS untuk referensi ke Sispena-S/M. Lalu klik tombol Ambil data Dapodik/EMIS
  29. Klik menu “PRASARANA” untuk mengambil data dari dapodik/EMIS untuk referensi ke Sispena-S/M. Lalu klik tombbol Ambil data Dapodik/EMIS
  30. Untuk langkah selanjutnya klik “> Lanjut Prasyarat” pada menu yang terdapat di jendela Pemutakhiran data atau bisa mengklik “Prasyarat Akreditasi”pada menu yang terdapat di Data Isian Akreditasi (DIA)
  31. Akan muncul jendela form prasyarat akreditasi
  32. Dalam form prasayarat akreditasi terlihat data yang diambil dari dapodik/EMIS langsung. Seperti surat ijin operasional, Daftar Siswa, Data PTK serta data Sarana dan Prasarana
  33. Klik “Lihat Table Data” untuk melihat data yang ada
  34. Untuk Prasyarat Pernyataan Pemberlakuan Kurikulum berbeda dengan prasyarat lainnya. Data diunggah oleh sekolah maksimal berkapasitas 1 Mb dengan Format PDF
  35. Klik tombol “kirim”, dan apabila data masuk maka akan muncul tombol sudah terunggah di samping kanan Form
  36. Klik “sudah terunggah” apabila ingin melihat hasil yang sudah diunggah
  37. Untuk mengubah atau mengedit kembali data atau dokumen yang sudah ada, klik “Choose File” lalu cari dokumen yang akan mengganti file atau dokumen yang sudah ada
  38. Selanjutnya Sekolah/Madrasah mengisi Data Isian Akreditasi dengan mengklik menu data isian akreditasi
  39. Akan muncul format pengisian instrumen
  40. Pada menu di samping kiri akan terlihat menu 8 standar dengan masing masing penomoran instrumennya. Nomor itu merupakan link untuk nomor urut instrumen
  41. Sebelah kanan atas adalah instrumen yang sedang aktif. Pengisian nilai untuk instrumen ini berdasarkan Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP) yang terdapat di bawahnya
  42. Pengisian form IPDIP sebagian besar data referensinya bersumber dari Dapodik/EMIS. Seperti contoh butir 1 di bawah ini, nama guru diambil dari dapodik/EMIS melalui menu Pemutakhiran data
  43. Sekolah mengisi form yang disediakan berdasarkan referensi tersebut dan selanjutnya klik tombol simpan untuk memproses hasil
  44. Penilaian instrumen (Jawaban A sampai dengan E) akan otomatis terisi sesuai dengan inputan yang kita masukkan di form IPDIP
  45. Jenis inputan IPDIP sangat beragam pada setiap standar yang ada, bukan hanya format Ya dan Tidak, tetapi ada banyak format lainnya sesuai dengan instrumen yang ditanyakan
  46. Untuk memahami setiap pengisian inputan DIA klik tombol petunjuk teknis pada setiap instrumen yang terdapat di kanan atas
  47. Akan muncul petunjuk jelas ketentuan dan tata acara penginputan IPDIP serta perhitungannya
  48. Apabila instrumen telah terisi maka nomor butir yang ada di sebelah kiri akan otomatis berwarna hijau sebagai penanda sudah dinilai
  49. Penilaian bisa dilakukan secara acak atau melompat dari satu standar ke standar lainnya.
  50. Data penilaian yang sudah dilakukan akan tersimpan secara otomatis apabila admin sekolah keluar dari sistem dan akan melanjutkan nantinya. Dan hal ini juga mengantisipasi apabila terjadi insiden seperti mati lampu atau putusnya jaringan internet ketika proses penilaian.
  51. Proses penilaian akan dianggap selesai apabila semua butir sudah dinilai dan muncul tombol Simpan di bagian paling bawah
  52. Apabila sudah yakin dengan isian anda, klik tombol Simpan. Setelah menekan tombol Ok, maka pengisian DIA telah selesai dan bisa langsung melihat hasil penilaian yang telah dilakukan dengan cara mengklik tombol “Lihat Hasil Penilaian”
  53. Pada jendela hasil penilaian akan muncul nilai pada setiap standar, nilai akhir dan peringkat
  54. Pada tabel penilaian ini juga diperlihatkan warna yang berbeda yaitu warna merah apabila nilai tidak memenuhi syarat lulus akreditasi, yaitu:
    • nilai akhir kurang dari 71;
    • nilai standar sarana dan prasarana kurang dari 61; dan
    • Salah satu standar nilainya kurang dari 50.
  55. Admin sekolah bisa mengedit atau mengubah Data Isian Akreditasi Sekolah/Madrasah dengan menekan tombol menu Edit DIA
  56. Untuk mengedit atau mengubah nilai langkah-langkahnya sama seperti mengisi DIA sebelumnya
  57. Edit data oleh sekolah/madrasah tidak akan bisa dilakukan setelah BAP-S/M melakukan Audit Dokumen dan Penetapan Kelayakan untuk divisitasi. Jadwal Audit Dokumen dan Penetapan Kelayakan ditentukan oleh BAP-S/M masing-masing provinsi
  58. Jika ingin mencetak hasil penilaian evaluasi diri klik tombol “Print Format Laporan Individu”
  59. Akan muncul jendela untuk cetak dokumen, tekan tombol Print Jika sudah yakin dengan tampilan yang ada, atau klik More Setting untuk mengatur margin, ukuran kertas, menghilangkan header atau memberi warna pada tabel
  60. Atur setting yang ada untuk mendapatkan posisi cetak yang baik. Jika telah selesai klik PRINT
  61. Langkah terakhir dan sangat Penting….!! Sekolah harus menginput kartu kendali setelah proses visitasi akreditasi oleh asesor selesai dilaksanakan
  62. Akan muncul form yang harus diisi oleh sekolah. Tanggal Mulai visitasi beserta jam mulai dan berakhir, serta tanggal dan jam selesai visitasi
  63. Klik “Simpan” setelah sekolah mengisi seluruh isian dalam format kartu kendali
  64. Perlu di ingat, akan ada peringatan sebelum anda menyatakan Ok, bahwa isian kartu kendali ini hanya sekali dan tidak bisa di edit kembali, maka pastikan data yang dikirim sudah benar
  65. Untuk mencetak kartu kendali, klik tombol Cetak, lalu kartu kendali di tanda tangani oleh kepala sekolah/madrasah dan distempel
  66. Selanjutnya Kartu Kendali discan/dipindai atau diphoto lalu diunggah ke Sispena-S/M dengan mengklik Choose File, kemudian pilih file hasil scan/photo kartu kendali, selanjutnya klik tombol Simpan
  67. Sekolah/madrasah akan diberi peringatan oleh sistem dan BAP-S/M apabila belum mengisi format kartu kendali sampai waktu yang ditentukan
  68. Untuk mengubah kembali biodata atau profile Sekolah/Madrasah serta mengubah Foto Profile bisa mengklik menu yang terdapat di sebelah kanan atas
  69. Form Edit Profile sekolah/madrasah, Klik Submit untuk menyelesaikan
  70. Klik Choose File untuk mengubah photo profil sekolah/madrasah
  71. Jika menggunakan smartphone bisa secara langsung mengganti dengan memilih foto di file penyimpanan atau memfoto secara langsung menggunakan kamera
  72. Selanjutnya Ubah Password standar anda dengan yang baru
  73. Masukkan password lama anda, lalu masukkan password yang baru lalu konfirmasi ulang
  74. Jangan lupa untuk memilih menu Logout apabila anda telah selesai menggunakan Sistem Aplikasi ini
Demikian Berita Madrasah seputar 74 Langkah Panduan Sispena-S/M untuk Sekolah/Madrasah.

Baca juga: Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

Download 74 Langkah Panduan Sispena-S/M untuk Sekolah/Madrasah


Jika masih belum paham dengan panduan di atas, silahkan download file panduan lengkap dengan gambar pada tautan di bawah ini.


Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

juknis-penilaian-kinerja-kepala-madrasah

Petunjuk Teknis - Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah - Keputusan Dirjen Pendis Nomor 1111 tahun 2019. Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas Kepala Madrasah dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai kepala madrasah. Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 menjelaskan bahwa penilaian kinerja kepala madrasah meliputi; usaha pengembangan madrasah yang dilakukan selama menjabat sebagai kepala madrasah, pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi pada guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Penilaian kinerja kepala madrasah dilakukan secara berkala setiap tahun dan secara kurnulatif setiap empat tahun. Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas madrasah, sedangkan penilaian kinerja empat tahunan clilaksanakan oleh tim penilai. Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik, baik, cukup, sedang, atau kurang.

Petunjuk teknis ini disusun oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah sebagai acuan dalarn pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah agar penilaian kinerja berjalan secara obyektif, transparan, dan akuntabel, sehingga diperoleh hasil yang valid dan sahih, sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan kepala madrasah.

Pengertian Penilaian Kinerja. Kepala Madrasah


Pcnilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data yang dikerjakan olch kepala rnadrasah pada setiap indikator pemenuhan stander. Efektivitas penilaian kinerja ditentukan dengan rnengukur keberhasilan dalarn mencapai target pada tiap indikator dibandingkan dengan target yang ditctapkan dalam program.

Indikator-indikator fersebut dikembangkan dalam pclaksanaan tugas kepala madrasah dalam 5 (lirna) unsur utama, yaitu: (1) usaha pengernbangan madrasah, (2) pelaksanaan tugas manajerial, (3) pengembangan kewirausahaan, (4) pelaksanaan supcrvisi kcpada guru dan tenaga kependidikan, dan (5) hasil kinerja kepala madrasah. Kasubdit Bina Guru dan Tendik Direktur Guru dan Tenaga Sekretaris MA/MAK Kependidikan Madrasah.

Tujuan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah


Tujuan penilaian kincxja kepala rnadrasah adalah sebagai berikut:
  1. Menghimpun informasi sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi kepala madrasah.
  2. Menjaring informasi sebagai bahan pcngambilan keputusan dalam menetapkan efektifitas kinerja dan pertirnbangan untuk pcnugasan kepala madrasah.
  3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja kepala madrasah.
  4. Menjamin objektivitas pembinaan kepala rnadrasah melalui sistem pengukuran dan pemetaan kinerja kepala madrasah.
  5. Menyediakan informasi sebagai dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir kepala madrasah serta bentuk penghargaan lainnya.

Manfaat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah


Manfaat penilaian kinerja kepala madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Kepala madrasah dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan berdasarkan hasil nilai kinerjanya.
  2. Kepala madrasah menjadikan hasil penilaian kinerja sebagai acuan untuk meningkatkan keprofesiannya.
  3. Kantor Wilayah Kementcrian Agama provinsi dan/atau Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dapat menggunakan hasil penilaian kinerja kepala madrasah sebagai dasar untuk menghimpun informasi, menentukan kebutuhan peningkatan kornpetensi, data profil kinerja kepala madrasah, dan bahan pertimbangan penugasan kepala madrasah sesuai kewenangannya.
  4. Yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan dapat menggunakan hasil pcnilaian kinerja kepala madrasah sebagai dasar untuk menghimpun inforrnasi, menentukan kebutuhan peningkatan kompetensi, data profil kincrja kepala madrasah, dan bahan pertimbangan penugasan kcpala madrasah di yayasan/lembaga tersebut.
  5. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah memperoleh data dan pemetaan Inutu kinerja kepala madrasah secara nasional.

Komponen Penilaian Kinerja Kepala Madrasah


Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 pasal 17 ayat (5) menyatakan bahwa pcnilaian kinerja kepala madrasah rneliputi: (1) usaha pengcmbangan madrasah yang dilakukan selama menjabat sebagai kepala madrasah, (2) pelaksanaan tugas manajerial, (3) pengernbangan kewirausahaan, dan (4) supervisi kepada guru dan tenaga kepcndidikan. Keempat komponcn tersebut selanjutnya disebut sebagai tugas utama kepala madrasah. Masing-masing tugas utama tersebut dijabarkan kc dalam unsur utama dan dari 4 (cmpat) tugas utama tersebut dijabarkan menjadi 25 (dua puluh lima) unsur tugas utama.

Baca juga: POS Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2019

Disamping 4 (empat) tugas utama tersebut, pada penilaian kinerja 4 (empat) tahunan kepala madrasah ditambah komponen hasil kinerja kepala madrasah selama 4 (empat) tahun menjabat sebagai kepala madrasah. Tugas utama hasil kinerja kepala madrasah tersebut dijabarkan menjadi 4 (empat) unsur tugas utama, yaitu: (1) prestasi peserta didik, (2) prestasi pendidik dan tenaga kependidikan, (3) prestasi madrasah, dan (4) prestasi kepala madrasah.

Jenis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah


Penilaiam kinerja kepala rnadrasah merupakan bagian dari sistem peningkatan mutu profesi kepala rnadrasah secara utuh dan menyeluruh. Jenis pcnilaian kinerja kepala madrasah adalah sebagai berikut:

1. Penilaian Kinerja Tahunan

Penilaian kinelja tahunan merupakan penilaian yang dilaksanakan secara periodik setiap tahun. Penilaian kinerja tahunan ini terdiri atas penilaian kinerja awal tahun dan penilaian kinerja akhir tahun.

a. Penilaian Kinerja Awal Tahun

Penilaian kinerja awal tahun sering disebut dengan penilaian diri. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan oleh kepala madrasah sendiri dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja kepala madrasah. Penilaian diri dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kepala rnadrasah. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) minggu pertama di awal masa jabatan pada saat pertama kali menjabat kepala rnadrasah. Hasil penilaian diri disampaikan kepada pengawas pembina dan dapat digunakan kepala madrasah untuk menyusun program pengembangan keprofesian berkelanjutan. Penilian kinerja awal tahun hanya dilakukan oleh kepala madrasah yang pertama kali diangkat.

Baca juga: Mengikuti Suami Tidak Bisa Jadi Alasan Mengajukan Pindah

b. Penilaian Kinerja Akhir Tahun
  1. Penilaian kinerja akhir tahun (penilaian kinerja tahunan) dilaksanakan minimal 6 (enam) bulan setelah kepala rnadrasah menjabat dan yang bersangkutan telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai kcpala madrasah.
  2. Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan dalam 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) minggu di akhir tahun anggaran atau pada bulan November atau Desember.
  3. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja kepala madrasah yang terdiri komponen: (1) usaha pcngembangan madrasah, (2) pelaksanaan tugas manajerial, (3) pengembangan kewirausahaan, dan (4) supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.
2. Penilaian Kinerja Empat Tahunan
  1. Penilaian kjnerja 4 (empat) tahunan atau penilaian kinerja akhir periode jabatan kepala madrasah merupakan akumulasi penilaian kinerja tahunan ditambah dengan penilaian kinerja kcpala madrasah dala.m melaksanakan tugasnya selama 4 (empat) tahun.
  2. Penilaian kinerja 4 (empat) tahunan dflaksanakan 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) rninggu sebelum masa periods jabatan kepala madrasah berakhir.
  3. Komponen penilaian kincrja empat tahunan adalah: (1) usaha pcngernbangan madrasah, (2) pelaksanaan tugas manajerial, (3) pengembangan kewirausahaan, (4) supervisi kepada guru dan tenaga kepenclidikan, dan (5) hasil kinerja kcpala madrasah dalam mengembangkan dirinya dan madrasah yang dipimpinnya.

Download Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah


Jika pembaca menginginkan informasi lebih jelas detil dan lengkap silahkan download KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 1111 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN KINERJA KEPALA MADRASAH PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN KINERJA KEPALA MADRASAH.


POS Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2019

pos-akreditasi-sekolah-madrasah-2019

Download POS Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2019. Saat ini tahun 2019, kembali masuk dalam masa akreditasi sekolah/madrasah. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M), telah meluncurkan Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah Madrasah atau POS Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2019.

POS Akreditasi Sekolah/Madrasah tahun 2019 ini ditetapkan lewat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Nomor: 132/BAN-SM/SK/2019 tentang : Penggunaan Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah / Madrasah Tahun 2019.

POS Akreditasi Sekolah/Madrasah 2019 ini adalah pedoman dan juga panduan resmi bagi sekolah atau madrasah dalam pelaksanaan akreditasi. Tujuannya adalah untuk menjamin proses dan sekaligus hasil akreditasi yang berkualitas dan bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Mengikuti Suami Tidak Bisa Jadi Alasan Mengajukan Pindah

Dalam lampiran Keputusan BAN S/M Nomor: 132/BAN-SM/SK/2019 tentang POS Akreditasi 2019 tersebut dijabarkan alur atau urtan proses akreditasi sekolah/madrasah pada tahun 2019 ini. Walau secara umum alur yang dirinci dalam lampiran ini tidak jauh berbeda dengan prosedur tahun sebelumnya seperti halnya yang telah ditetapkan dalam POS Akreditasi tahun 2018 yang lalu.

Sekolah atau madrasah yang menjadi prioritas dan harus diakreditasi pada tahun 2019 ini adalah:
  1. Semua sekolah/madrasah yang belum terakreditasi
  2. Semua sekolah/madrasah pada jenjang SMA/MA dan SMK yang telah habis masa akreditasinya (termasuk yang habis pada tahun 2019)
  3. sekolah/madrasah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SLB yang telah habis masa berlaku akreditasinya 1 tahun atau lebih dengan diprioritaskan sekolah/madrasah yang lebih lama habis masa akreditasinya

8 Langkah Alur Proses Akreditasi 2019


Jika diperhatikan, ada 8 langkah dalam alur dan urutan proses akreditasi sekolah/madrasah pada tahun 2019 ini. Kedelapan langkah tersebut adalah sebgai berikut:
  1. Sosialisasi dan sekaligus Pengisian Data Isian Akreditasi (DIA) dalam aplikasi berbasis web: Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah/Madrasah atau yang disebut Sispena
  2. Penetapan sekolah atau madrasah yang hendak divisitasi dan juga penugasan Asesor
  3. Visitasi ke sekolah atau madrasah
  4. Validasi proses dan hasil visitasi
  5. Verifikasi hasil validasi dan penyusunan rekomendasi
  6. Penetapan hasil dan rekomendasi akreditasi
  7. Pengumuman atas hasil akreditasi
  8. Penerbitan sertifikat akreditasi dan rekomendasi.

Unduh POS Akreditasi Sekolah/Madrasah 2019


Agar lebih jelas, silakan para pembaca Berita Madrasah mendownload Keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Nomor: 132/BAN-SM/SK/2019 tentang Penggunaan Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Akreditasi Sekolah Madrasah Tahun 2019 di Link di bawah.

Baca juga: Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019

Untuk madrasah dan atau sekolah yang tahun 2019 ini termasuk dalam prioritas dan sasarn akreditasi, silahkan menggunakan POS Akreditasi Sekolah/Madrasah 2019 ini untuk dijadikan sebagai pedoman dan acuan agar persiapan akreditasi menjadi maksimal. Dengan persiapan yang baik maka akan didapat hasil akreditasi seperti yang diharapkan.

Download file DI SINI

Mengikuti Suami Tidak Bisa Jadi Alasan Mengajukan Pindah

larangan-mutasi-bagi-CPNS-2018-sebelum-10-tahun

Larangan mutasi bagi CPNS 2018 meskipun dengan alasan mengikuti suami atau istri. Pemerintah telah menetapkan aturan sangat tegas untuk para calon pegawai negeri sipil (CPNS) perekrutan 2018. Bentuk ketegasan aturan tersebut adalah dilarang mengajukan pindah tugas atau mutasi selama 10 tahun. Tujuan aturan ini adalah agar manajemen kepegawaian menjadi semakin lebih baik.

Untuk sekarang ini tahapan penerimaan CPNS 2018 telah sampai pada tahap pemberkasan. Pelamar CPNS yang telah lulus seleksi dan sudah mendapat mendapat NIP (nomor induk pegawai) harus mau ditempatkan dan bekerja sesuai formasi yang sudah dipilih minimal dalam jangka waktu 10 tahun. Artinya sebelum 10 tahun PNS hasil perekrutan 2018 tidak bisa mengajukan mutas. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana di Jakarta sebagaimana dilansir sindonews.com, Kamis (24/1/2019).

Sesuai dengan Permenpan-RB Nomor 36/2018, di dalamnya disebutkan bahwa semua peserta seleksi CPNS yang telah dinyatakan lulus wajib membuat surat pernyataan yang isinya bersedia mengabdi pada instansi yang dipilih dan juga tidak akan mengajukan pindah dengan alasan apa pun dalam waktu sekurang-kurangnya selama sepuluh tahun. Yang hal itu dihitung sejak terhitung mulai tanggal (TMT) PNS.

Jika CPNS 2018 Mengajukan Pindah, Dianggap Mengundurkan Diri


Bila peserta seleksi CPNS 2018 yang telah dinyatakan lulus tetap saja mengajukan pindah, maka yang bersangkutan akan dianggap sebagai mengundurkan diri. Bahkan alasan karena mengikuti suami/istri pun tidak akan dapat lagi dipakai untuk mengajukan permohonan mutasi. Hal itu semuanya telah diatur dalam sistem di BKN.

Baca juga: Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019

Sistem di BKN telah dibuat untuk jangka waktu 10 Tahun. Jadi jika mengajukan pindah dengan alasan apa pun sebelum 10 tahun pasti mutasinya akan ditolak oleh database BKN.

Tujuan Tidak Boleh Mutasi Selama 10 Tahun


CPNS tidak diperbolehkan pindah atau mutasi jika belum 10 tahun ada alasannya. Hal itu tidak sekedar larangan sebagai sebuah kesewenang-wenangan. Tetapi berdasarkan kajian yang mendalam dan kepentingan bersama.
Diantara tujuan dari adanya larangan mutasi bagi CPNS 2018 yaitu:
  1. Jika sebelum 10 tahun sudah mutasi ke instansi/daerah lain, maka kepindahannya akan mengacaukan analisa beban kerja. Perlu diketahui bahwa analisis beban kerja merupakan salah satu acuan yang digunakan untuk pemenuhan formasi yang diajukan oleh instansi pembuka rekrutmen CPNS.
  2. Adanya larangan mutasi juga dimaksudkan agar pelayanan publik tidak terganggu.
  3. Manajemen sumber daya manusia (SDM) bisa berjalan dengan baik.
  4. Pemerataan kesempatan untuk bisa menjadi ASN (aparatur sipil negara).
  5. Dan distribusi ASN untuk seluruh wilayah Indonesia akan lebih merata.
Baca juga: Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini tengah memproses usulan penetapan Nomor Induk Pegawai untuk CPNS 2018 yang telah diajukan oleh instansi pembuka rekrutmen CPNS. Terdapat 5.952 usulan yang telah diterima, dan per 21 Januari 2019 yang lalu BKN telah selesai menetapkan sebanyak 4.533 NIP.

Demikian informasi Berita Madrasah seputar larangan mutasi bagi CPNS 2018 meskipun dengan alasan mengikuti suami atau istri.

Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019

perekrutan-pegawai-pemerintah-dengan-perjanjian-kerja-2019
Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019. Kementerian Agama (Kemenag) mengharap kepada Tenaga Honorer K2, khususnya guru dan penyuluh supaya mengikuti program skema rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dan Rekrutmen PPPK direncanakan akan mulai dilakukan pada akhir bulan Januari 2019 ini.

Informasi tentang skema rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika berdialog dengan 750 ASN pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, di Asrama Haji kota Bekasi.

“PPPK ini adalah salah satu solusi dari pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan para tenaga honorer. Dan Prioritas utama untuk tahun 2019 ini adalah bagi tenaga honorer K2,” Jelas Menag, Jumat (11/01/2019).

Menteri Agama mengharapkan agar para tenaga honorer K2 bisa memanfaatkan sebaik-baiknya peluang ini. Dan pada tahapan selanjutnya, menurut Menag, secara bertahap kesempatan untuk menjadi PPPK akan kembali dibuka bagi tenaga-tenaga honorer lain yang tidak masuk dalam kelompok K2.

Pada dialog yang bertajuk Sapa Penyuluh dan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) itu, selain Menteri Agama juga ikut hadir sebagai narasumber adalah Suyitno, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Kementerian Agama Pusat.

Seirama dengan Menag, Suyitno juga menyampaikan bahwa di tahun 2019 ini pemerintah akan mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tiga kelompok jabatan. Yaitu untuk tenaga kesehatan, jabatan guru, dan juga penyuluh.

Namun bagi Kemenag, hanya mempunyai dua kelompok peluang, yaitu Guru dan penyuluh. Dan diharapkan peluang ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh tenaga honorer K2 yang ada saat ini.

Landasan Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)


Tentang harapan memanfaatkan PPPK tentu bukan tanpa alasan. Karena ada beberapa keuntungan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang : Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dengan diterbitkannya PP 49 Tahun 2018 tersebut maka akan membuka peluang bagi para tenaga honorer yang sudah melampaui limit umur untuk menjadi CPNS. Dalam regulasi ini disebutkan bahwa batas usia pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) minimal adalah 20 tahun dan paling tinggi (maksimal) adalah satu tahun sebelum batas usia pensiun jabatan yang akan diikuti seleksinya. Sebagai contoh, jika PPPK adalah guru maka batas paling tinggi usianya adalah 59 tahun karena masa pensiun guru adalah 60 tahun.

Tentu regulasi mengenai batas umur dalam PPPK berdasarkan PP 49 Tahun 2018 berbeda dengan aturan tentang pelamar CPNS. Untuk perekrutan CPNS, peluang diberikan kepada mereka yang memiliki umur maksimal 35 tahun.

Maka hal itu berarti, untuk tenaga honorer K2 yang berpeluang ikut seleksi berada dalam rentang usia antara 35 tahun sampai 59 tahun. Siapapun yang berada dalam rentang usia tersebut masih mempunyai peluang untuk mendaftar agar diangkat menjadi PPPK. Meskipun bagi yang sudah berusia 59 tahun kesempatan bekerjanya dalam status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya satu tahun.

Baca juga: Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Ada keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah adanya fasilitas yang didapat oleh mereka yang sukses menjadi PPPK. Mereka akan mendapatkan hak haknya berupa gaji dan juga tunjangan yang sama dengan PNS. Gaji dan tunjangan tersebut tentu saja disesuaikan dengan golongan kepangkatannya.

Yang membedakan antara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PNS adalah bahwa mereka tidak mendapat pensiun ketika habis masa bekerjanya sebagai PPPK.

Untuk Kepentingan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengajukan kebutuhan akan tenaga PPPK sebesar 20 ribu orang. Jumlah 20 ribu tersebut adalah gabungan antara tenaga guru dan penyuluh.

Baca juga: Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019

Kemenag sangat berharap kuota 20ribu bisa dididapat pada tahun 2019 ini. Harapan ini dikemukakan mengingat penetapan akan kuota jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bisa diterima merupakan kewenangan Kemenpan RB dan tidak pada Kementerian Agama.

Demikian informasi tentang peluang perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Kementerian Agama tahun 2019. Informasi ini disampaikan oleh Berita Madrasah di IniMadrasah.com.

Sunber: https://bit.ly/2VTz5rP

Pembelajaran di Madrasah Harus Akrab dengan IT

Pembelajaran di madrasah harus akrab dengan IT - Information Technology. Beberapa pihak masih ada yang mempertanyakan kwalitas pendidikan di madrasah. Madrasah dianggap tertinggal jauh dengan sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anggapan ini tidak semuanya benar dan juga tidak semuanya salah. Dianggap benar karena memang masih ada beberapa madrasah yang masih tertinggal, baik sarana prasarana pendidikan maupun hal lainnya. Dianggap salah karena nyatanya ada banyak madrasah yang sangat maju dan berkualitas. Banyak menorehkan prestasi baik nasional maupun internasional.

pembelajaran-di-madrasah-akrab-it
Jadi tergantung yang dilihat mana. Jika yang dilihat adalah madrasah yang memang segala-galanya masih kurang maka akan disumpulkan bahwa madrasah sangat jauh tertinggal oleh sekolah. Tetapi jika yang dilihat adalah madrasah dengan kualitas unggul seperti MAN Insan Cendikia Serpong, maka yang terlihat adalah kemajuan dan kualitas pendidikan di madrasah.

Sesungguhnya sama kok, sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga ada yang bagus, maju dan bermutu. Namun ingat, sekolah juga ada yang kondisinya memprihatinkan. Mereka mencari peserta didik saja susah.

Kritik Madrasah Tertinggal


Anggapan yang mengatakan bahwa madrasah tertinggal, diterima saja oleh warga madrasah dengan baik. Hal itu dianggap sebagai kritik untuk memperbaiki diri. Bagi madrasah yang memang keadannya cukup tertinggal, maka hal itu dianggap sebagi cambuk untuk memacu diri segera mengejar ketertinggal.

Nah, guna mengejar ketertinggalan, madrasah dituntut untuk segera memperbaiki kualitas pendidikan dan proses KBM-nya, mengikuti perkembangan zaman, melakukan penyesuaian dengan proses pembelajaran dengan basis teknologi informasi (IT) sesuai dengan tuntutan revolusi industri 4.0 saat ini.

Sementara itu, Kepala Madrasah MAN Insan Cendekia, Serpong, Persahini Sidik mengatakan, bahwa mutu madrasah di Indonesia kini telah menunjukkan grafik pertumbuhan mutu yang sangat positif. Sekarang, tidak bisa dikatakan bahwa seluruh madrasah di Indonesia ketinggalan kualitasnya. Saat ini ternyata juga telah banyak madrasah yang mulai menerapkan sistem pembelajaran dengan basis Teknologi Informasi (IT).

Program Ujian Tanpa Kertas - Paperless


Madrasah sudah banyak yang menerapkan program pembelajaran yang mengarahkan dan mensupport peserta didik untuk semakin dekat dengan penggunaan IT. Sudah banyak madrasah yang sudah mulai menerapkan ulangan atau ujian dengan tidak lagi menggunakan kertas atau yang disebut dengan paperless. Jadi dalam kontek ini saja, madrasah tidak bisa lagi dianggap ketinggalan.

Ujian Madrasah tahun pelajaran 2018/2019 untuk seluruh madrasah sudah berbasis Komputer. Sehingga ujiannya disebut dengan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). Artinya, sudah tidak ada lagi madrasah yang melaksanakan ujian akhir dengan menggunakan kertas.

Baca juga : Begini Lho Cara Import File Backup Transfer Respon UNBK Tahun 2019

Di sisi lain, madrasah harus tetap bisa memaksimalkan metode dan kurikulum pembelajarannya agar maju di bidang sains. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai madrasah mencetak peserta didik menjadi scientist murni. Tetapi memberikan dasar-dasar berpikir sains dan cara berpikir ilmiah. Para peserta didik juga diberikan dasar dasar pembelajaran yang baik dengan menerapkan sistem belajar yang sistematis. Sehingga dengan cara ini, madrasah benar-benar akan berani bersaing dan berkompetisi dalam bidang apapun.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa tidak kalah penting adalah madrasah sudah selayaknya merubah paradigma dan main set-nya untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Siswa madrasah tidak lagi gagap dengan perangkat teknologi (gadget) yang kian canggih dan terus berkembang pesat.

Baca juga: Mengenal Pencipta Hymne dan Mars Madrasah

Dengan demikian maka para peserta didik akan memiliki pikiran dan pandangan tanpa batas, mendunia, dan global. Dengan gadget itu, kemana pun para peserta didik tetap dapat beraktivitas belajar, mengerjakan dan membuat laporan secara online kepada guru.

Oleh karena itu, madrasah semestinya dapat mengantisipasi perkembangan - perkembangan tersebut agar penggunaan gadget bisa dioptimalkan untuk kepentingan pembelajaran.

Demikian informasi seputar pembelajaran di madrasah harus akrab dengan IT agar tidak ketinggalan dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Info ini masih tetap dipersembahkan oleh Berita Madrasah melalui inimadrasah.com.
Postingan Lama NEWER POSTS