2 Solusi Kemenpan RB Soal Guru Honorer

- Pewarta

Jumat, 12 Februari 2016 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

2-Solusi-Kemenpan-RB-Soal-Guru-Honorer

2 Solusi Kemenpan RB Soal Guru Honorer | Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, memberikan dua solusi atau jalan keluar terhadap tuntutan pengangkatan guru honorer. Dua langkah pemecahan atas masalah guru honorer tersebut adala :

  1. dapat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 
  2. dan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB, Herman Suryatman, mengatakan bahwa dua solusi tersebut sudah sesuai dengan peraturan pemerintah. Guru honorer yang berusia 35 tahun ke bawah, dapat mengikuti seleksi CPNS. Dan untuk guru honorer berusia di atas 35 tahun dapat menempu seleksi P3K.

Baca juga:  4 Rencana Langkah Pengangkatan CPNS Honorer K2

Kedua solusi tersebut tidak melanggar peraturan dalam undang-undang aparatur sipil negara (ASN). Kecuali itu, langkah seleksi dapat juga menjadi solusi atas masalah ketersediaan anggaran bagi pengangkatan para guru honorer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendala pengangkatan guru honorer

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, aturan hukum dan anggaran menjadi persoalan dan kendala dalam pengangkatan guru honorer. Tidak ditemukan celah hukum dalam peraturan sehingga dapat menjadi alasan kuat untuk pengangkatan mereka menjadi CPNS. Disamping itu, pada 2016, anggaran yang dipuntukkan bagi guru honorer tidak dialokasikan dalam APBN.

Baca juga:  Reformulasi Seleksi PPPK sebagai Bentuk Afirmasi bagi Honorer

Herman meluruskan terkait adanya janji pengangkatan menjadi CPNS. Wacana tersebut merupakan hasil rapat dengar pendapat antara Kemenpan RB dengan Komisi II DPR. Namun perlu diketahui bahwa janji tersebut disertai dengan catatan, yaitu pengangkatan hanya bisa dilaksanakan jika ada anggaran dan tidak menyalahi peraturan yang ada.

Demo guru honorer

Menanggapi adanya demo ribuan guru honorer pada Rabu hingga Jumat (12/2), pihak Kemenpan RB melalui Herman menyatakan bahwa pihaknya sangat berempati. tentu saja hal tersebut tidak dapat dilarang karena para guru honorer berhak menyampaikan aspirasinya.

Baca juga:  Kemendikbud Rekrut Lagi 150 Ribu Guru Honorer Lewat PPPK Tahap Dua

Demikian informasi tentang 2 Solusi Kemenpan RB Soal Guru Honorer. Silahkan lanjutkan membaca : LARANGAN PUNGUTAN PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK), Kisi-Kisi Soal UAMBN 2015/2016, dan Prioritas Pendidikan Kementerian Agama Tahun 2015-2019.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alokasi PPPK untuk Guru Honorer Menunggu Keputusan Kementerian PAN-RB
Reformulasi Seleksi PPPK sebagai Bentuk Afirmasi bagi Honorer
Berpotensi Jadi PPPK dan Nikmati Uang Pensiun, Honorer Harus Perhatikan RUU ASN
Program Sejuta Guru Honorer Jadi PPPK Lamban
Soal Tryout CAT SKD CPNS 2019
Kemendikbud Rekrut Lagi 150 Ribu Guru Honorer Lewat PPPK Tahap Dua
Penerimaan CPNS 2016, Akomodir Guru Honorer?
4 Rencana Langkah Pengangkatan CPNS Honorer K2

Berita Terkait

Senin, 9 Oktober 2023 - 21:25 WIB

Pengajuan Konversi PAK Jabatan Fungsional Pranata Komputer Tahun 2023

Rabu, 4 Oktober 2023 - 19:00 WIB

Surat Edaran Pedoman Ceramah untuk Meningkatkan Kerukunan Umat

Kamis, 28 September 2023 - 20:11 WIB

Web Khusus CASN Kemenag Dirilis untuk Permudah Akses Informasi

Senin, 25 September 2023 - 21:33 WIB

Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag Tahun 2023 Telah Dibuka Hingga 9 Oktober, Ini Cara dan Syaratnya

Jumat, 11 Agustus 2023 - 21:39 WIB

Juknis Inpassing Guru Madrasah Non ASN Telah Diterbitkan, Periksa Syaratnya

Rabu, 3 Agustus 2022 - 23:53 WIB

Kewajiban Menaati Ketentuan Jam Kerja

Jumat, 4 Februari 2022 - 21:22 WIB

SE Menteri Agama Nomor SE. 03 Tahun 2022

Jumat, 21 Januari 2022 - 23:11 WIB

Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 1/SE/I/2022

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Week of Indonesia-Netherlands Education and Research di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Pendidikan

Butuh lompatan besar untuk tingkatkan kualitas pendidikan

Selasa, 10 Okt 2023 - 18:02 WIB