Info Terbaru

PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah

Posted by On December 06, 2017

PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah

Peraturan Menteri Agama - PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah -  yang meliputi:


  1. Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawag
  2. Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Madrasah
  3. Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB)
  4. Hak dan Beban Kerja
  5. Penilaian Kinerja
Peraturan Menteri Agama - PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Demikian info tentang download Peraturan Menteri Agama - PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah.

Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018

Posted by On October 03, 2017

Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui keputusan bersama tiga menteri.

Keputusan tersebut dikeluarkan sesudah melewati proses pembahasan yang dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Keputusan mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 tersebut bernomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor: 01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.

Keputusan tersebut ditandatangani oleh tiga menteri yaitu: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

"Diterbitkannya Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 adalah dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja sekaligus memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018," demikian siaran pers Bagian Humas dan Perpustakaan Biro Hukum Informasi dan Persidangan Kemenko PMK, Selasa (3/10/2017)

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 berjumlah 21 hari. Dengan rincian, hari libur nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak lima hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.

Hari Libur Nasional 2018:

1 Januari                 Libur Tahun Baru
16 Februari             Libur Tahun Baru Imlek
17 Maret                 Hari Raya Nyepi
30 Maret                 Peringatan Wafat Isa Al Masih
14 April                  Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
1 Mei                      Hari Buruh Internasional
10 Mei                    Kenaikan Isa Al Masih
29 Mei                    Hari Raya Waisak 2562
1 Juni                      Hari Lahir Pancasila
15-16 Juni              Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
17 Agustus             Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
22 Agustus             Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah
11 September         Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah
20 November         Maulid Nabi Muhammad SAW
25 Desember         Hari Raya Natal

Cuti Bersama 2018:

13,14,18 dan 19 Juni - Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
24 Desember - Hari Raya Natal.

Baca juga: Pedoman Penilaian-KBM Sesuai Kurikulum 2013 Terbaru

Pedoman Penilaian-KBM Sesuai Kurikulum 2013 Terbaru

Posted by On August 12, 2017

Pedoman Penilaian - Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) sesuai dengan Kurikulum 2013 Terbaru

Pedoman Penilaian - Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) sesuai dengan Kurikulum 2013 Terbaru | Penilaian Akhir Tahun (PAT) dilaksanakan dengan komposisi materi soal meliputi semester GANJIL sebesar 25 % dan semester GENAP 75 %.

Siswa dapat dinyatakan Tuntas jika >= Ketuntasan Belajar Minimal (KBM). Misalnya KBM mapel tertentu adalah 60, jika:
  1. Semester Gasal memperoleh 55
  2. Dan semester Genap memperoleh 65
maka totalnya adalah 120 yang jika dibagi 2 maka hasilnya 60. Nilai tersebut menunjukkan seorang siswa telah Tuntas  

Siswa dinyatakan TIDAK NAIK KELAS, jika:
  1. Memiliki 3 nilai Mapel yang KBM-nya tidak TUNTAS.
  2. Untuk nilai Pengetahuan Ki.3 harus Tuntas.
  3. Untuk nilai Ketrampilan Ki.4 harus Tuntas.
  4. Dan untuk Ki.1 dan Ki.2 harus BAIK.
Kriteria Ketuntasan Belajar (KBM) semua mapel sama.

Baca juga: Ketahui Istilah Dalam Kurikulum 2013 Terbaru Revisi 2017/2018

Perlu diketahui bahwa untuk penulisan dalam jurnal, Ki 1 dan Ki 2 Observasi guru yang ditulis hanya yang KURANG dan yang AMAT BAIK

Kriteria Tuntas Menurut K-13 Terbaru

  1. Sikap dikatakan Tuntas bila predikat minimal B (baik)
  2. Pengetahuan & Keterampilan, kategori Tuntas bila predikat Minimal C.
  3. Dalam K-13, satu mapel dikatakan Tuntas bila aspek Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
  4. Dalam K-2006, satu mapel disebut tuntas bila aspek pengetahuan, keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap tuntas.
  5. Tidak perlu cemas dengan predikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, sebab C berarti sudah Tuntas.
  6. Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pada KBM masing-masing sekolah.

    Seabgai contoh sebagaimana ilustrasi berikut ini:
    Jika mapel tertentu mempunyai KBM sebesar 75, maka
    < 75. = D (tidak tuntas)
    75-82. = C (tuntas dg cukup)
    83 - 90. = B (tuntas dg baik)
    91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)
Baca juga: Ini Penjelasan Menag Tentang Sikapnya Terhadap LGBT, Yuk Baca !

Pihak sekolah diharap tidak mengatrol nilai sekedar untuk mengejar B dan atau menurunkan Ketutasan Belajar Minimal (KBM) dari yang telah ditetapkan oleh sekolah. Predikat dalam aspek pengetahuan dan keterampilan tidak mepunyai pengaruh terhadap SNMPTN.

Ketahui Istilah Dalam Kurikulum 2013 Terbaru Revisi 2017/2018

Posted by On August 10, 2017

istilah baru dalam Kurikulum 2013 yang perlu diketahui guru

Ada beberapa istilah baru Kurikulum 2013 Revisi tahun 2017/2018. Meski terlihat tidak prinsip, tetapi mengetahui istilah atau penyebutan terkait perubahan dalam Kurtilas menjadi sebuah kewajaran. Menjadi sangat naif jika guru tidak mengetahui perkembangan Kurikullum 13 tersebut.

Berikut ini merupakan perubahan istilah dalam kurikulum 2013 terbaru 2017 yang penting diketahui oleh para guru di seluruh Indonesia, terlebih bagi sekolah/madrasah yang telah melaksanakan kurikulum 2013 pada Tahun pelajaran 2017/2018 ini:

Baca juga: Ini Penjelasan Menag Tentang Sikapnya Terhadap LGBT, Yuk Baca !

  1. Istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diganti dengan istilah Ketuntasan Belajar Minimal ( KBM )
  2. Istilah Ulangan Harian (UH) diganti dengan istilah Penilaian Harian ( PH )
  3. Istilah Ulangan Tengah Semester (UTS) diganti dengan istilah Penilaian Tengah Semester ( PTS )
  4. Istilah Ulangan Akhir Semester (UAS) diganti dengan istilah Penilaian Akhir Semester ( PAS ) Gasal/Genap
  5. IIstilah Ulangan kenaikan Kelas (UKK) diganti dengan istilah Penilaian Akhir Tahun ( PAT )

Baca juga: Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta

Demikain beberapa istilah baru dalam Kurikulum 2013 yang perlu diketahui guru.

Ini Penjelasan Menag Tentang Sikapnya Terhadap LGBT, Yuk Baca !

Posted by On August 07, 2017

Penjelasan Menteri Agama tentang sikapnya terhadap lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) - Info Madrasah

Beberapa waktu lalu sikap Menteri Agama terhadap LBGT sempat viral di media sosial. Dikabarkan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi yang tinggi atas adanya event pemberian penghargaan kepada LGBT.

Senin (07/08/2017), Menag membantah keras kabar tersebut. Menag menjelaskan bahwa sikapnya terhadap LGBT sudah sangat jelas. Sikapnya itu telah banyak disampaikan dalam banyak kesempatan. Pun ketika membuka Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Karanganyar, Februari 2016 lalu.

Baca juga: Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta

Dalam kesempatan itu, Menag secara tegas mengajak kaum santri untuk berani mengatakan "tidak" pada radikalisme, terorisme, narkoba, dan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Menurut Menag, LGB (lesbian, gay, biseksual) merupakan perilaku dan sikap yang lebih menitikberatkan pada orientasi seksual. Tindakan LGB tidak dapat ditolerir baik dari sisi praktik ataupun perilakunya. Sedangkan transgender tidak ada kaitannya dengan orientasi seksual, melainkan ketidaksamaan identitas kepada jenis kelamin dirinya. Transgender (bahasa Arab:khunsa) identik dengan kondisi di mana jenis kelamin, fisik, dan pikiran perasaannya berbeda. Misal, fisiknya perempuan, namun perasaannya laki-laki ataupun sebaliknya.

Baca juga: Agenda Pembaruan Data Madrasah Di Tahun Pelajaran


Menteri Agama menegaskan bahwa LGBT adalah tindakan yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun. Sehingga ia melarang komunitas LGBT mengkampanyekan perilaku mereka di Indonesia.

Walau demikian, bukan berarti kaum LGBT harus disisihkan dari agama dan umat beragama. Sebagai masyarakat beragama, siapapun justru harus merangkul mereka agar perilaku dan orientasi seksualitasnya tidak menyimpang dari ajaran agama. Mereka perlu didekati dengan empatik. Misalnya dengan memberikan konsultansi atau pendampingan bagi mereka.

Menag sangat mengapresiasi sejumlah ormas Islam yang mendirikan tempat konsultansi dan memberikan pendampingan bagi kaum LGBT. Nyatanya tidak sedikit dari mereka yang berkeinginan lepas dari kondisi tersebut.

Penegasan sikap Menag kembali disampaikan dalam rangka menanggapi fitnah yang sudah terlanjur tersebar. Fitnah yang sempat viral di media sosial menyatakan bahwa Menag mendukung LGBT.

Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta

Posted by On August 03, 2017

Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta - info madrasa

Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta | Info Madrasah - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 34 Jakarta membuat terobosan dengan mengembangkan program Bank Sampah Nusantara (BSN). Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam pelestarian lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala MTsN 34 Jakarta, Akhmad Hakim menuturkan, program Bank Sampah dilatarbelakangi persoalan sampah di lingkungan MTsN 34 Jakarta. Dengan banyaknya warga madrasah maka sampah yang dihasilkan dalam setiap harinya pun juga banyak.

“Belum lagi letak MTsN 34 Jakarta yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai anak kali Ciliwung. Jika air meluap maka sampah yang ditinggalkan ketika sudah surut sangat banyak,” jelas Akhmad Hakim di Jakarta, Kamis (03/08/2017).

BSN kerjasama dengan dengan LPBI NU dan Bank BNI 46


Terobosan Program Bank Sampah Di MTSN 34 Jakarta dapat berjalan sebagai hasil dari kerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dan Bank BNI 46 Kramat.

Bentuk dari kerjasama tersebut adalah berupa pengadaan pelatihan manajemen bank sampah dan pengelolaan sampah guna meningkatkan efektifitas kerja pengelola BSN di MTsN 34 Jakarta. Sehingga potensi sampah di MTsN 34 Jakarta bisa diolah menjadi bernilai ekonomis.

Baca juga: Agenda Pembaruan Data Madrasah Di Tahun Pelajaran

Pun dengan para siswa, mereka diberikan pelatihan daur ulang sampah. Pelatihan yang mereka dapatkan adalah membuat hiasan, kalung, cincin, hiasan dinding dan sebagainya yang semuanya terbuat dari koran dan kertas bekas.

Sementara itu, Direktur BSN LPBI NU, Fitri Aryani menyebutkan bahwa pihaknya tidak mau hanya sebatas mendirikan BSN di madrasah. Lebih dari itu, yang terpenting adalah kontinuitas pengelolaan sampah dengan baik.

Baca juga: Kemenag Segera Laksanakan Uji Coba PPKB-GPAI Tahun 2017

"BSN dituntut harus lebih produktif, inovatif, dan tidak cuma mengumpulkan sampah, namun juga melakukan aktifitas pengelolaan dan daur ulang sehingga bernilai ekonomi," tandas Fitri sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id (3/8/2017).

Agenda Pembaruan Data Madrasah Di Tahun Pelajaran 2017/2018

Posted by On August 03, 2017

Agenda Pembaruan Data Madrasah Di Tahun Pelajaran 2017/2018

Agenda updating data madrasah di tahun pelajaran Baru | Info Madrasah - Tahun Pelajaran baru telah dimulai. Saatnya operator madrasah/sekolah memulai aktifitas pengisian data, baik administrasi maupun data online madrasah.

Operator madrasah jangan sampai lupa proses updating data tersebut. Di madrasah ada 2 aplikasi pokok yang harus diperhatikan updating datanya, yaitu EMIS dan SIPATIKA.

Berikut ini merupakan penjelasan singkat cara pengerjaan dan langkah-langkah kedua aplikasi tersebut. Penjelasan ini sekedar sebagai pengingat kembali para operator madrasah.

Prosedur updating data Emis dan Simpatika

Berikut ini adalah penjelasan singkat proses update data Emis dan Simpatika:

1. EMIS

Education Management Information System (Emis), merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama dengan tujuan untuk mempermudah input data madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam. Dengan sistem ini madrasah menjadi lebih mudah dalam melaporkan perkembangannya.

Sistem lama cukup sulit untuk diketahui perkembangan dan data mutakhir madrasah-madrasah di seluruh indonesia. Dengan EMIS lebih mudah dalam menemukan data valid tentang madrasah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Beberapa langkah updating data EMIS diantaranya:

  1. Mengisi Form Excel EMIS yang tertiri dari 4 file yang meliputi Lembaga, Siswa, PTK, dan Lulusan.
  2. Mmengisi data pada Aplikasi EMIS versi desktop. Isilah data yang diperlukan pada kolom-kolom yang tersedia. Lanjutkan dengan mengupload semua form excel yang sudah diisi. Jika selesai lanjutkan dengan membuat file backup. File backup inilah yang nanti diupload secara online.
  3. Lakukan proses upload EMIS Online. Tahap ini disesuaikan dengan jadwal masing-masing kabupaten/kota sesuai rilis tim EMIS Pusat.

Baca juga: Hari Senin Wajib Nyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza

2. Simpatika

SIMPATIKA merupakan lanjutan dari PADAMU NEGERI yang dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan Kemenag. Beberapa langkah di SIMPATIKA sama dengan prosedur yang ada di PADAMU NGERI.

Fitur-fitur di SIMPATIKA banyak sekali dan komplek sehingga prosesnya sedikit rumit. Simpatika selalu update fiturnya untuk menyesuaikan perkembangan kebutuhan data.

Dalam SIMPATIKA terdapat form untuk pribadi dan untuk Madrasah. Berikut penjelasannya:

a. SIMPATIKA untuk Pribadi

Berikut ini adalah prosedur yang harus dilakukan oleh guru madrasah pada simpatika:

  1. Aktifasi akun pada setiap semesternya dan mencetak kartu PTK Simpatika
  2. Updating data jika masih terdapat kesalahan seperti informasi pribadi, riwayat mengajar, dan data lainya.
  3. Updating data sertifikasi. Tentu saja tahap ini khusus guru yang sudah sertifikasi. Ada beberapa hal yang harus diisi dan dikerjakan oleh guru yang sudah sertifikasi, diantaranya adalah cetak SKBK online.
Baca juga: Kemenag Segera Laksanakan Uji Coba PPKB-GPAI Tahun 2017
b. SIMPATIKA untuk madrasah

Operator Madrasah harus mengerjakan beberapa fitur yang ada untuk updating daya yang diperlukan pada setiap semesternya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Updating data informasi madrasah jika ada data baru yang harus diinput.
  2. Entri data siswa baru pada fitur siswa. Selain entri data tersebut, operator juga harus mengelompokkan siswa pada kelas yang sudah dibuat pada SIMPATIKA sebelumnya.
  3. Entri data jadwal mingguan pada fitur jadwal. Entri jadwal ini memberikan dampak pada keaktifan semua PTK madrasah.

Proses updating data madrasah yang tercantum pada posting ini hanyalah sebagian kecil. Masih banyak hal lain yang perlu diupdate. Intinya, operator madrasah dan juga PTK harus melakukan updating data dengan sungguh-sungguh, valid dan bertanggung jawab.

Hari Senin Wajib Nyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza

Posted by On August 03, 2017


Hari Senin Wajib Nyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza - Info Madrasah | Mendikbud Muhadjir Effendy mengingatkan kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza setiap upacara bendera. Hal itu dikatakan ketika ia bertindak sebagai pembina upacara bendera di SDN 129 Kota Pelembang Rabu (2/3/2017).

Dia menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib mengadakan upacara bendera dengan agenda utama membaca Pancasila, teks proklamasi, dan pengibaran bendera Merah Putih.

Muhadjir menyatakan juga bahwa Kemendikbud sengaja mengharuskan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara komplit. Tujuannya, agar anak-anak dapat mengetaui versi utuh lagu Indonesia Raya.

Pada stanza kedua dan ketiga Lagu Indonesia Raya syairnya penuh semangat cinta tanah air dan penumbuhan karakter.


"Dalam acara-acara formal, lagu Indonesia raya dinyanyikan tetap satu stanza tidak apa-apa. Khusus untuk upacara bendera Senin wajib tiga stanza," tegas mendikbud.


Diharapkan semua sekolah melaksanakan instruksi  menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza dengan baik. "Karena tujuannya baik. Yaitu uuntuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan jiwa patriotisme," katanya.