Duh... UN 2016, Diskriminatif

Duh... UN 2016, Diskriminatif. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengeluhkan terjadinya pelakuan berbeda kepada sebagian peserta Ujian Nasional (UN) 2016. Perlakuan berbeda itu diterima para penyandang disabilitas dengan tidak disediakan soal ujian menggunakan huruf braille.

Ironisnya, perlakuan diskrimanitif terhadap penyandang disabilitas tersebut justru terjadi ketika UU penyandang disabiltas baru disahkan dua pekan yang lalu.

Tentu saja hal tersebut tidak seharusnya terjadi karena sudah diatur dalam undang-undang. Segala macam perlakuan dan tindakan yang melanggar hak-hak kaum disabilitas berarti pelanggarn Undang-undang.

"Jika pemerintah masih diskriminatif, berarti terjadi pelanggaran pada UU. Hal tersebut bisa sangat serius jika pemerintah menyepelekan masalah ini," tegas Saleh.

  Baca juga : 8 Pola Tempat Duduk Siswa Dalam Kelas (Bag. 2)

Jika beralasan bahwa soal ujian braille sangat mahal, hal itu dapat diperdebatkan. Mengingat, anggaran UN yang demikian mahal selalu menjadi bahan pembicaraan selama ini. Kemudian mengapa anggaran yang besar seperti itu tidak ada yang dialokasikan bagi penyandang disabilitas.

Kecuali itu, UN 2016 sekarang merupakan UN berbasis komputer. Banyak sekolah yang telah menyelenggarakan UNBK. Bila soal UN braille dinilai cukup mahal, penyandang disablitas bisa diikutkan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer tersebut. Saat ini ada banyak aplikasi komputer yang dapat membantu penyandang disabilitas, khususnya yang tuna netra.

  Baca juga : 8 Pola Tempat Duduk Siswa Dalam Kelas (Bag. 1)

Hal itu sangat terkait dengan niat baik pemerintah, mau atau tidak.

Demikian info tentang Duh... UN 2016, Diskriminatif dari Situs Pendidikan.

  Baca juga : 3 Upaya Optimalisasi Pengelolaan Zakat

Kontributor utama website inimadrasah.com. Adalah seorang guru Aqidah Akhlak di MTs Muhammadiyah 10 Purbalingga. Seorang blogger dan penghobi fotografi makro.

Disqus Comments