Menjadi Guru Yang Adil

- Pewarta

Minggu, 14 Mei 2017 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Info Ini Madrasah – Adil secara harfiyah bermakna sama. Menurut kamus Bahasa Indonesia, adil berarti sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, berpegang kepada kebenaran dan yang sepatutnya.

Dalam kontek pengertian tersebut, menjadi guru yang adil berarti guru harus berpandangan bahwa semua anak didik mempunyai kedudukan yang sama di hadapannya. Secara umum memperlakukan mereka sama dan tidak membeda-bedakan. Guru hanya berpihak kepada kepentingan dan kebutuhan anak didik, bagaimana memberikan “sesuatu” yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. Guru harus berpegang teguh kepada kebenaran dan bertindak atas dasar kepatutan dan kepantasan. Sebagaimana pepatah dalam bahasa jawa, guru tidak boleh berlaku “Mban cinde mban siladan”. Maksud dari ungkapan ini adalah, menjadi guru yang adil berarti guru tidak sepantasnya memperlakukan satu atau beberapa anak didik secara istimewa dan terhadap yang lainnya biasa-biasa saja bahkan cenderung tidak memberikan perhatian.

3 Hakikat Keadilan

Dari banyaknya etimologi dan terminologi tentang adil dapat disimpulkan, sekurang-kurangnya ada tiga hakikat keadilan. Ketiganya adalah :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Adil dalam pengertian sama (al-musawat)
  2. Adil dalam pengertian keseimbangan (at-tawazun) dan
  3. Adil dalam pengertian “perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikann hak-hak itu kepada setiap pemiliknya.
Baca juga:  Upaya Mencegah Prilaku Amoral Pelajar Sejak Dini

Agar menjadi guru yang adil, setiap guru hendaknya mengimplementasikan 3 hakikat keadilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari pada saat bersinggungan dengan anak didik.

Baca: Motto Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah

Implentasi Adil Dalam Proses Menjadi Guru Yang Adil

Keadilan tidak hanya harus ditegakkan dalam dunia hukum dan pemerintahan. Keadilan dapat ditegakberdirikan di mana saja, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Dan dalam dunia pendidikan, salah satu pilar penegak keadilan adalah guru. Maka, menjadi guru yang adil adalah sebuah keniscayaan.

Agar dapat menjadi guru yang adil maka tiga hakikat keadilan sebagaimana yang tersebut sebelumnya harus diimplementasikan dalam proses pembelajaran dengan anak didik.

1. Perlakukan yang sama

Anak didik mempunyai hak diperlakukan sama oleh guru. Oleh karenanya guru harus bertindak dengan tidak membedakan di antara anak didiknya dalam hal kesempatan mendapatkan ilmu. Laki-laki atau prempuan, kaya atau miskin, sempurna atau berkebutuhan khusus, kota atau desa, dan sebagainya mempunyai hak yang sama dalam hal mendapatkan memperoleh pembelajaran yang maksimal dari guru.

Termasuk dalam kontek ini, guru harus tidak membeda-bedakan asal usul suku, ras, agama dan golongan anak didik. Apapun warna kulitnya, berasal dari suku dan ras apapun mereka, mempunyai keyakinan dan agama apapun yang dianut serta dari golongan manapun, anak didik berhak mendapat pembelajaran apapun dari guru tanpa pengecualian.

Baca juga:  Istilah Dalam Panduan Aman PTM Terbatas Saat Covid-19

Baca: Guru Pembocor Soal UN dan USBN, Pasti Dipecat

Untuk menjadi guru yang adil maka langkah pertama adalah memberikan pembelajaran kepada seluruh siswa tanpa kecuali dengan kualitas yang sama.

2. Adil dalam keseimbangan

Proses pembelajaran bertujuan menghasilkan output yang sebaik-baiknya. Siapapun anak didik yang terlibat dalam proses pembelajaran diharapkan menjadi lulusan yang berkualitas. Dalam kontek inilah, adil dalam keseimbangan dapat diterapkan oleh guru yang ingin menjadi guru yang adil.

Anak didik tidak mempunyai kecerdasan yang sama. Masing-masing dari mereka memiliki tingkat kecerdasan dan daya tangkap yang bervariasi. Bahkan di antara mereka ada anak yang tergolong berkebutuhan khusus. Terhadap mereka, tentu guru harus memberikan “perlakuan khusus”.

Kepada anak didik yang mempunyai daya tangkap dan kecerdasan rendah, siapapun yang ingin menjadi guru yang adil, maka ia harus memberikan perhatian lebih dan memberikan pembelajaran dengan intensitas dan kualitas yang lebih pula. Mereka harus diperlakukan “berbeda” dengan anak-anak yang berkecerdasan tinggi. Demikian juga terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan keuletan yang cukup dalam memberikan pembelajaran kepada mereka.

Baca juga:  Aplikasi Belajar Matematika Terbaik

3. Adil dalam hak-hak individu

Anak didik diciptakan Allah dengan segala keberbedaan antara satu dan yang lainnya. Mereka mempunyai potensi, bakat, minat dan kecenderungan yang berbeda. Tentu saja dalam kontek ini, hak-hak yang harus mereka dapatkan menjadi berbeda. Oleh karenanya, guru (baca:sekolah/madrasah) sesuai kemampuan harus dapat memfasilitasi segala keberbedaan yang dimiliki anak didik.

Baca: Verifikasi Pembayaran Inpassing Tahun 2017

Dengan memberikan fasilitas yang memadai maka anak didik akan berkembang sesuai dengan potensi, bakat, minat dan kecenderungan mereka. Mengarahkan anak didik agar berkembang namun tidak sesuai dengan potensi, bakat, minat dan kecenderungan merupakan tindakan memaksakan kehendak dan tindakan ketidakadilan.

Untuk anak didik SLTA, memberikan banyak pilihan jurusan adalah bentuk keadilan dalam kontek ini. Anak didik diberi kebebasan untuk memilih jurusan sesuai potensi yang dimiliki adalah tindakan adil. Guru memberikan bimbingan secukupnya agar anak didik tepat dalam jalur potensi yang dimiliki.

Info Ini Madrasah artikel tentang menjadi guru yang adil dari Info dan Berita Madrasah. Pertanyaannya, apakah kita para guru sudah menjadi guru yang adil bagi anak didik?

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manfaat Kesehatan Mental dari Praktik Islam
Iklan rokok, pastikan tidak ada di warung dekat sekolah
Wakil Presiden optimis pesantren memiliki fasilitas dan kegiatan yang mendukung
Bagaimana para pemimpin dapat membongkar ekosistem startup
Istilah Dalam Panduan Aman PTM Terbatas Saat Covid-19
Merdeka Belajar ala Mendikbud Nadiem Makarim
17 Contoh Majas Alegori Yang Benar
Aplikasi Belajar Matematika Terbaik

Berita Terkait

Senin, 9 Oktober 2023 - 21:25 WIB

Pengajuan Konversi PAK Jabatan Fungsional Pranata Komputer Tahun 2023

Rabu, 4 Oktober 2023 - 19:00 WIB

Surat Edaran Pedoman Ceramah untuk Meningkatkan Kerukunan Umat

Kamis, 28 September 2023 - 20:11 WIB

Web Khusus CASN Kemenag Dirilis untuk Permudah Akses Informasi

Senin, 25 September 2023 - 21:33 WIB

Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK Kemenag Tahun 2023 Telah Dibuka Hingga 9 Oktober, Ini Cara dan Syaratnya

Jumat, 11 Agustus 2023 - 21:39 WIB

Juknis Inpassing Guru Madrasah Non ASN Telah Diterbitkan, Periksa Syaratnya

Rabu, 3 Agustus 2022 - 23:53 WIB

Kewajiban Menaati Ketentuan Jam Kerja

Jumat, 4 Februari 2022 - 21:22 WIB

SE Menteri Agama Nomor SE. 03 Tahun 2022

Jumat, 21 Januari 2022 - 23:11 WIB

Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 1/SE/I/2022

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Week of Indonesia-Netherlands Education and Research di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Pendidikan

Butuh lompatan besar untuk tingkatkan kualitas pendidikan

Selasa, 10 Okt 2023 - 18:02 WIB